news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

VKTR Bidik Mobilisasi Pertambangan: Bus ARJUNO Angkut 25 Penumpang, Tempuh hingga 350 Km.
Sumber :
  • Istimewa

Kinerja Penjualan VKTR Tumbuh 56% pada Semester I 2026, e-MaaS Disiapkan sebagai Enabler Adopsi EV

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR"), emiten pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan kinerja pada Semester I 2026 berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit.
Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR"), emiten pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan kinerja pada Semester I 2026 berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp648 miliar, atau tumbuh 56% YoY, didukung oleh pertumbuhan bisnis kendaraan listrik komersial yang terus menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap solusi transportasi rendah emisi. Sementara itu, segmen manufaktur suku cadang Perseroan turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan, didorong oleh berlanjutnya pemulihan industri otomotif nasional sepanjang tahun ini. Peningkatan pendapatan turut mendorong perbaikan profitabilitas, dengan laba usaha tercatat sebesar Rp15 miliar atau tumbuh 1.782% YoY, sementara laba bersih mencapai Rp10 miliar, meningkat 25% YoY. 

Hal ini mencerminkan keberhasilan Perseroan menjaga efisiensi operasional serta mengoptimalkan struktur biaya di tengah meningkatnya volume penjualan kendaraan listrik dan dinamika biaya energi global. 

Dari sisi neraca, total aset Perseroan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1.817 miliar, dengan liabilitas sebesar Rp561 miliar dan ekuitas sebesar Rp1.256 miliar. Kondisi tersebut menjadi basis bagi VKTR untuk melanjutkan pengembangan bisnis dan memperkuat kapasitas dalam menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik komersial di Indonesia. 

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan "Pertumbuhan positif ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kendaraan listrik komersial semakin berkembang dan mulai hadir dalam berbagai kebutuhan operasional, mulai dari transportasi publik, logistik, perkebunan, hingga sektor industri dan pertambangan. Bagi kami, ini bukan hanya tentang pertumbuhan penjualan, tetapi juga menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berkembang menuju tahap yang lebih matang." 

Membuka Akses Lebih Luas terhadap Kendaraan Listrik Komersial 
Memasuki fase pertumbuhan tersebut, VKTR melihat bahwa tantangan elektrifikasi ke depan tidak lagi semata-mata pada ketersediaan kendaraan, tetapi juga bagaimana membuat adopsi kendaraan listrik dapat dilakukan secara lebih mudah, fleksibel, dan scalable oleh operator maupun pelaku usaha. 

Karena itu, selain memperkuat portofolio dan kapasitas kendaraan listrik komersial, VKTR mulai mengembangkan Electric Mobility-as-a-Service (e-MaaS) sebagai bagian dari strategi untuk menjadi enabler dalam percepatan adopsi kendaraan listrik. Dengan mengalihkan struktur pengeluaran dari belanja modal (CAPEX) menjadi belanja operasional (operational expenditure/OPEX), model ini memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar, mengurangi eksposur terhadap risiko pendanaan, serta memungkinkan perencanaan anggaran yang lebih terukur dan dapat diprediksi. 

Selain itu, pendekatan e-MaaS menghilangkan hambatan investasi awal yang sering menjadi kendala dalam percepatan adopsi kendaraan listrik, sehingga pengguna dapat memperluas skala operasional armada secara lebih cepat tanpa harus melalui proses pengadaan aset dan penyusunan skema pembiayaan yang kompleks. 

Lebih lanjut, model e-MaaS memungkinkan pembaruan dan optimalisasi armada secara berkala sesuai perkembangan teknologi kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan demikian, pengguna dapat terus memperoleh manfaat dari peningkatan kinerja, efisiensi operasional, serta standar keselamatan kendaraan yang semakin baik, tanpa harus menanggung risiko penurunan nilai aset maupun biaya penggantian teknologi di masa mendatang. 

Melalui inovasi skema e-MaaS, calon konsumen dapat mengurangi kebutuhan belanja modal untuk pembelian kendaraan di awal, termasuk mengurangi kebutuhan pendanaan jangka panjang. Skema e-MaaS menawarkan calon konsumen suatu pendekatan yang tidak hanya berkelanjutan secara keuangan namun juga biaya operasional yang lebih efisien melalui pembayaran biaya sewa secara bulanan dibandingkan tekanan kebutuhan belanja modal yang besar di awal. Dengan kemudahan tersebut bagi calon konsumen, dan dengan jasa penyewaan beragam kendaraan listrik komersial yang diproduksi oleh VKTR, skema e-MaaS juga akan membantu VKTR memperluas penetrasi pasar dan mempercepat distribusi kendaraan listrik komersial ke berbagai segmen industri. 

Bagi VKTR, percepatan elektrifikasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan kendaraan, tetapi juga pada kesiapan solusi dan ekosistem yang memungkinkan kendaraan tersebut diadopsi secara komersial. 

“Karena itu, pengembangan e-MaaS menjadi bagian dari strategi VKTR untuk berperan tidak hanya sebagai penyedia kendaraan listrik komersial, tetapi juga sebagai enabler yang membantu pelanggan mengadopsi dan mengoperasikan kendaraan listrik secara lebih efisien,” tutup Ardi. 

Ke depan, VKTR akan terus memperkuat kapasitas dan portofolio kendaraan listrik komersial sekaligus mengembangkan solusi pendukung yang dapat mempercepat adopsi di berbagai sektor. Perseroan optimistis kombinasi antara pertumbuhan pasar, kapabilitas manufaktur lokal, dan model bisnis yang semakin terintegrasi akan membuka ruang pertumbuhan baru bagi kendaraan listrik komersial di Indonesia.(chm)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral