- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Bicara soal Rupiah, Analis Bank Prediksi Bisa Melemah Selama Hubungan AS dan Iran Tak Harmonis
Jakarta, tvonenews.com- Ada prediksi dari Analis Bank yang bisa menambah pemahaman masyarakat terkait nilai tukar rupiah ke dolar AS. Disebut bisa melemah saat hubungan dua negara ini tak harmonis.
Kabar terkait nilai tukar uang indonesia, rupiah pada Jumat Pagi hari ini berada di angka Rp17.955 per dolar AS.
Dalam penjelasannya, Woori Saudara Rully Nova menyebut rupiah melemah karena dipengaruhi memanasnya hubungan AS dengan Iran. Ini seiring eskalasi konflik yang meningkat, sehingga menaikkan harga minyak global.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
“Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran Rp17.950- Rp18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” katanya dikutip dari antara.
Perkembangan AS dan Iran hingga saat ini, masih menegang. Sebab AS baru saja melayangkan sanksi terhadap Iran yang menyasar sektor perkeretaapian dan otomotif, serta jaringan perbankan bayangan yang diduga terkait dengan Rusia.
Merangkum penjelasan dari laman antara, pemerintah Iran mengungkapkan bakal membuka kembali Selat Hormuz bergantung pada kesediaan AS untuk memberikan jaminan objektif bisa mengakhiri perselisihan ini.
Juga adanya komitmen berdasarkan inisiatif diplomatik tujuh hari yang diajukan oleh Teheran.
Selain itu, juga bisa dipengaruhi sentimen lainnya. Bisa perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama mengenai pengelolaan energi dan komoditas.
“Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan,” sambung analis bank itu.
Bahkan sebelumnya, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tidak lagi percaya dengan Amerika Serikat.
Di tengah adanya serangan dan sanksi Washington terhadap Teheran. KIan buat kedua negara ini memanas.
Iran tidak melihat lagi, adanya kebutuhan untuk bertemu Presiden Donald Trump, selama AS belum memenuhi kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.
"Kami tidak mempercayai pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dengan mereka akan dicapai," kata Presiden Pezeshkian kepada Al Jazeera dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu.
Seperti diketahui, konflik AS-Iran memanas setelah Washington bersama Israel secara sepihak menyerang sejumlah tempat di Iran pada 28 Februari lalu.