news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Perluas Akses Hunian dan Pembiayaan Produktif, bank bjb Sosialisasikan KPP dan Rumah Subsidi.
Sumber :
  • ist

Perluas Akses Hunian dan Pembiayaan Produktif, bank bjb Sosialisasikan KPP dan Rumah Subsidi

bank bjb memperluas akses rumah subsidi dan Kredit Program Perumahan di Subang. Simak data FLPP, bantuan bedah rumah, serta skema pembiayaan untuk UMKM.
Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:41 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kepemilikan rumah masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga, terutama masyarakat berpenghasilan terbatas dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan tempat tinggal sekaligus ruang untuk mencari nafkah. 

Di tengah kebutuhan tersebut, akses pembiayaan yang terjangkau menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tidak hanya memiliki kesempatan memperoleh hunian layak, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

bank bjb terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan Rumah Subsidi yang berlangsung di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika No. 2, Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai skema pembiayaan perumahan dan kredit produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Portofolio KPR Subsidi bank bjb Tembus Rp4,9 Triliun, Ini Capaian Terbarunya

Pembiayaan perumahan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat membeli rumah. Dukungan perbankan juga dibutuhkan agar program pemerintah dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, mulai dari keluarga yang membutuhkan hunian pertama hingga pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan perumahan.

Berdasarkan data portofolio bjb KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), hingga 4 Oktober 2026, bank bjb mencatat sebanyak 41.383 debitur dengan nilai outstanding mencapai Rp4,935 triliun.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, bank bjb merealisasikan pencairan FLPP kepada 2.492 debitur. Total plafon pencairannya mencapai Rp404,98 miliar, dengan outstanding pencairan sebesar Rp399,40 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan peran pembiayaan perbankan dalam memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah. Melalui skema FLPP, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh fasilitas pembiayaan rumah subsidi sesuai ketentuan program pemerintah.

Penguatan akses tersebut menjadi salah satu fokus sosialisasi yang digelar di Subang. Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II Mulya Permana, serta Ketua Umum DPP Realestat Indonesia Joko Suranto.

Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi. Dari bank bjb, kegiatan diikuti Pemimpin Divisi Kredit UMKM Budiatmo Sudradjat, Pemimpin Divisi KPR M. Aditya Wiradharma, Pemimpin Divisi Dana Jasa & Konsumer Maman Rukmana, CEO Regional I M. Fajar Firdaus, serta CEO Regional III Asep Wahyu Irawan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat koordinasi program perumahan, termasuk memperluas akses pembiayaan yang dapat menjangkau masyarakat dan pelaku usaha.

Bedah Rumah untuk 25 Ribu Penerima, UMKM Lokal Ikut Mendapat Manfaat

Selain mendukung pembiayaan rumah subsidi, bank bjb turut terlibat dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal masyarakat sebagai program bedah rumah.

Khusus di Kabupaten Subang, program tersebut mencakup 1.327 penerima bantuan. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, sehat, dan nyaman.

Manfaatnya tidak berhenti pada perbaikan kondisi tempat tinggal. Pelaksanaan renovasi juga membuka peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar melalui keterlibatan toko bangunan dan tukang setempat sebagai penyedia material maupun tenaga kerja.

Dengan mekanisme tersebut, anggaran perbaikan rumah berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. Toko bangunan memperoleh peluang penjualan, sementara pekerja bangunan mendapatkan kesempatan kerja dari proses renovasi rumah penerima bantuan.

Untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan, bank bjb menyediakan dukungan sistem dan layanan perbankan yang mencakup validasi data penerima, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.

Hingga September 2026, bank bjb telah turut menyalurkan program bedah rumah kepada lebih dari 25 ribu penerima bantuan.

Perluas Akses Hunian dan Pembiayaan Produktif, bank bjb Sosialisasikan KPP dan Rumah Subsidi
Sumber :
  • ist

Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan perbankan dalam sektor perumahan tidak hanya berorientasi pada pembiayaan kepemilikan rumah. Sistem penyaluran yang terkelola juga diperlukan untuk membantu memastikan bantuan dapat diakses penerima sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pihak terkait, program bedah rumah diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perbaikan hunian sekaligus pemberdayaan pekerja dan pemasok bahan bangunan lokal menjadi dua manfaat yang dapat berjalan beriringan.

Kredit Program Perumahan bank bjb Sasar Pengembang hingga UMKM

Langkah berikutnya adalah memperluas akses pembiayaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Sejak 2025, bank bjb menjadi salah satu bank penyalur program tersebut dengan dua skema utama, yakni KPP Supply dan KPP Demand.

KPP Supply menyasar pelaku usaha yang terlibat dalam rantai penyediaan perumahan. Kelompok ini mencakup pengembang atau developer, penyedia jasa konstruksi, serta toko material dan bangunan.

Pembiayaan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas usaha yang berkontribusi terhadap pembangunan dan penyediaan hunian. Dengan akses pendanaan yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha diharapkan dapat menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung keberlangsungan proyek perumahan.

Sementara itu, KPP Demand menyasar masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal yang juga difungsikan sebagai tempat usaha.

Skema ini relevan bagi pelaku usaha yang menjalankan aktivitas ekonomi dari rumah, seperti usaha produksi rumahan, perdagangan, maupun kegiatan jasa tertentu. Dalam kondisi tersebut, rumah memiliki dua fungsi sekaligus: sebagai tempat tinggal dan sebagai bagian dari sarana produktif untuk memperoleh pendapatan.

Integrasi pembiayaan perumahan dengan kebutuhan usaha membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi tanpa harus memisahkan seluruh kebutuhan tempat tinggal dari aktivitas produktifnya. Namun, pemanfaatan fasilitas tetap perlu disesuaikan dengan persyaratan dan ketentuan kredit yang berlaku.

Melalui sosialisasi di Kabupaten Subang, bank bjb berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pilihan pembiayaan yang tersedia. Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan.

bank bjb menyatakan bahwa perusahaan berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Penguatan pembiayaan perumahan tidak cukup hanya diukur dari jumlah kredit yang disalurkan. Keterjangkauan cicilan, ketepatan sasaran bantuan, serta kemampuan pembiayaan dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat juga menjadi faktor penting. 

Melalui KPR subsidi, program bedah rumah, dan KPP, akses perumahan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi keluarga yang membutuhkan hunian layak maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral