- Tangkapan layar tvOne
Mendag: Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor Tembus 360 Juta Dolar AS per September 2026
Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan capaian program UMKM Bisa Ekspor yang menjadi bagian dari program Lokal untuk Global Kementerian Perdagangan.
Hal itu disampaikan Budi Santoso dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
"Program ketiga adalah dari lokal untuk global. Isinya yang satu UMKM bisa ekspor, kemudian yang kedua desa bisa ekspor, yang ketiga kampus preneur, dan yang keempat adalah pra-kemitraan," ujar Budi.
Budi menjelaskan, Kementerian Perdagangan memiliki perwakilan perdagangan berupa Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara dengan total 46 perwakilan.
- Tangkapan layar tvOne
Ia menegaskan, peran ITPC adalah sebagai pegawai para eksportir yang bertugas mencarikan pembeli atau buyer bagi pelaku usaha di dalam negeri.
"Saya sering menyampaikan kepada perwakilan kita, ITPC itu pegawainya para eksportir. Saya sebagai Mendag hanya koordinator. Tugas ITPC adalah bagaimana mencarikan buyer buat Bapak-Ibu semua, khususnya para eksportir," katanya.
Adapun mekanisme program UMKM Bisa Ekspor, pelaku UMKM di bawah binaan Kadin maupun Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan presentasi kepada Atase Perdagangan dan ITPC, kemudian perwakilan tersebut akan mencarikan buyer yang sesuai.
"Setelah dapat buyer, UMKM melakukan presentasi ke perwakilan kita atau langsung ke buyer-nya," jelas Budi.
Budi memaparkan, pada tahun 2024 nilai transaksi dari program tersebut mencapai 134 juta dolar AS. Dimana 60 persen diantaranya merupakan pelaku UMKM yang belum pernah melakukan ekspor sebelumnya.
Sementara untuk tahun 2026, capaian transaksi melonjak signifikan. "Nah sekarang, bulan Januari sampai dengan September nilainya sudah 360 juta dolar AS," ungkapnya.
Budi pun mengajak anggota Kadin di daerah untuk memanfaatkan program tersebut. "Ini program UMKM bisa ekspor, saya harap nanti Bapak-Ibu anggota Kadin di daerah ikut. Saya yakin hal-hal seperti ini tidak diketahui oleh Bapak-Ibu terutama yang ada di daerah," pungkasnya.