- ist
UMKM Kuliner Punya Peluang Jangkau 42 Juta Konsumen, Ini Strategi Bank Mandiri Lewat Livin’ Food
tvOnenews.com - Perkembangan bisnis kuliner tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi strategis, cita rasa makanan, atau kemampuan menarik pelanggan yang datang langsung ke tempat usaha.
Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan layanan digital, kehadiran sebuah produk di platform pemesanan online juga dapat menentukan seberapa luas pasar yang bisa dijangkau pelaku usaha.
Perubahan perilaku konsumen ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan.
Digitalisasi pun semakin penting, bukan sekadar untuk mempermudah transaksi, melainkan juga sebagai sarana pemasaran, memperkenalkan produk, dan menemukan calon pelanggan baru.
Digitalisasi Membuka Peluang Pasar Baru bagi UMKM Kuliner
Salah satu tantangan yang dihadapi UMKM kuliner adalah keterbatasan akses pemasaran. Produk yang memiliki kualitas baik belum tentu dikenal banyak orang apabila hanya mengandalkan pelanggan di sekitar lokasi usaha.
Melalui platform digital, hambatan tersebut berpeluang dikurangi karena pelaku usaha dapat memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.
- ist
Peluang inilah yang coba dikembangkan Bank Mandiri melalui Livin’ Food, fitur pemesanan makanan yang terintegrasi dalam aplikasi super app Livin’ by Mandiri.
Fitur tersebut memungkinkan nasabah menemukan berbagai pilihan merchant kuliner, mulai dari usaha UMKM hingga merek makanan yang sudah dikenal. Proses pemesanan dan pembayaran juga dapat diselesaikan langsung melalui satu aplikasi.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, mengatakan bahwa layanan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan mempertemukan pelaku usaha dan konsumen melalui ekosistem digital.
“Kami melihat digitalisasi sebagai sarana bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan mengembangkan usahanya. Melalui Livin’ Food, kami ingin memudahkan nasabah memesan makanan sekaligus membantu merchant memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen,” ujar Jan, Jumat (30/10).
Bagi merchant, salah satu potensi utama layanan ini adalah akses terhadap basis pengguna Livin’ by Mandiri yang telah mencapai lebih dari 42 juta orang. Jumlah tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan visibilitas produk tanpa hanya bergantung pada pemasaran konvensional.
Pada tahap awal pengembangan, Livin’ Food telah bekerja sama dengan lebih dari 2.300 merchant kuliner yang sebagian besar merupakan UMKM. Jumlah mitra tersebut direncanakan terus bertambah melalui perluasan kolaborasi dengan pelaku usaha kuliner di berbagai wilayah Indonesia.
Lebih dari Sekadar Platform Pemesanan Makanan
Pengembangan ekosistem digital bagi UMKM tidak cukup hanya menyediakan tempat untuk memasarkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan transaksi yang aman, biaya operasional yang kompetitif, serta akses terhadap sumber pendanaan untuk mengembangkan bisnis.
Dalam hal ini, Livin’ Food menawarkan skema biaya transaksi yang kompetitif bagi merchant. Pelaku usaha juga berpeluang memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sistem transaksi digitalnya turut dilengkapi mekanisme keamanan berlapis untuk meminimalkan risiko pesanan fiktif. Dengan demikian, proses pemesanan diharapkan dapat berlangsung lebih aman bagi merchant maupun konsumen.
Dari sisi pelanggan, fitur ini menawarkan kemudahan dalam mencari dan memesan makanan tanpa harus berpindah aplikasi. Pembayaran dapat menggunakan rekening tabungan maupun Mandiri Kartu Kredit sehingga nasabah tidak perlu mengisi saldo dompet digital terlebih dahulu.
Nasabah juga dapat memanfaatkan Livin’ Poin untuk mendapatkan potongan harga ketika melakukan pembayaran. Fasilitas tersebut memberikan nilai tambah sekaligus menghadirkan alternatif manfaat dari program loyalitas Bank Mandiri.
“Pengembangan layanan digital kami diarahkan sebagai sarana untuk menciptakan nilai bagi seluruh pihak dalam ekosistem. Melalui kolaborasi dengan mitra dan pelaku usaha, kami ingin layanan ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi nasabah, UMKM, dan perekonomian,” tambah Jan.
Ekosistem Digital dan Potensi Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Kehadiran Livin’ Food menjadi bagian dari pengembangan Livin’ by Mandiri sebagai super app yang menggabungkan kebutuhan finansial dan gaya hidup dalam satu platform.
Skala penggunaannya terlihat dari data per September 2026. Livin’ by Mandiri telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar. Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2026, aplikasi tersebut mencatatkan 4,2 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3.863 triliun.
- ist
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah transaksi tersebut tumbuh 22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sedangkan nilai transaksinya meningkat 20 persen.
Dalam pengembangan layanan digital, Bank Mandiri menempatkan pengalaman nasabah (customer experience) sebagai salah satu fokus utama. Pendekatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai kebutuhan dalam satu aplikasi, mulai dari menabung, bertransaksi, mengakses pembiayaan, berinvestasi, hingga memenuhi kebutuhan gaya hidup.
Jan menambahkan, pengembangan ekosistem tersebut akan terus diarahkan pada perluasan kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk pelaku UMKM. Tujuannya agar produk dan layanan usaha lokal semakin mudah terhubung dengan kebutuhan konsumen.
“Melalui ekosistem tersebut, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dengan mitra dan pelaku UMKM agar produk serta layanan usaha lokal semakin terhubung dengan kebutuhan nasabah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akses pasar dan daya saing UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan,” pungkas Jan.
Digitalisasi memberikan peluang bagi UMKM kuliner untuk berkembang melampaui batas pasar tradisional. Namun, pemanfaatan teknologi tetap perlu diikuti dengan kualitas produk, pengelolaan usaha, dan kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan agar peluang pasar yang lebih luas dapat menjadi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (udn)