news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cadangan Devisa Indonesia Oktober 2026 Tembus US$146,8 Miliar, BI Ungkap Faktor Penopang Rupiah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/aa.

Cadangan Devisa Indonesia Oktober 2026 Tembus US$146,8 Miliar, BI Ungkap Faktor Penopang Rupiah

Cadangan devisa Indonesia Oktober 2026 mencapai US$146,8 miliar atau setara 5,3 bulan impor. BI menilai posisi ini memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Jumat, 6 November 2026 - 16:49 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Cadangan devisa Indonesia kembali menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga akhir Oktober 2026, Bank Indonesia (BI) mencatat simpanan devisa negara mencapai US$146,8 miliar. 

Angka ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pembayaran internasional, termasuk membiayai impor dan kewajiban utang luar negeri pemerintah.

Besarnya cadangan devisa juga berkaitan erat dengan stabilitas nilai tukar rupiah. Ketika pasar keuangan global bergejolak, ketersediaan devisa memberikan ruang bagi otoritas moneter untuk menjaga keseimbangan pasar valuta asing dan mengantisipasi tekanan terhadap mata uang domestik.

Di tengah dinamika tersebut, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih berada dalam kondisi memadai. 

Bahkan, nilainya tercatat meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk mempertahankan ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional.

Cadangan Devisa Indonesia Oktober 2026 Naik Menjadi US$146,8 Miliar

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mencapai US$146,8 miliar. Jumlah tersebut meningkat sekitar US$500 juta dibandingkan posisi akhir September 2026 yang tercatat sebesar US$146,3 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perubahan posisi cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh penerimaan negara dari sejumlah sumber.

Dalam keterangan yang diterima di Kota Sabang, Aceh, Jumat (6/11/2026), Ramdan menyebut penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan cadangan devisa.

Namun, terdapat pula sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan nilainya. Pembayaran utang luar negeri pemerintah yang telah jatuh tempo turut menggunakan sebagian cadangan devisa.

Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI juga menjadi bagian dari dinamika pengelolaan devisa, terutama ketika pasar keuangan internasional menghadapi ketidakpastian yang masih tinggi.

Dengan demikian, peningkatan cadangan devisa tidak hanya mencerminkan penerimaan valuta asing, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan pemerintah dan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Mampu Membiayai 5,3 Bulan Impor, di Atas Standar Internasional

Salah satu indikator untuk mengukur kecukupan cadangan devisa adalah kemampuannya membiayai kebutuhan impor suatu negara.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral