- Freepik
Inovasi Digital 2026 Melesat, AI dan Pengalaman Visual Jadi Penentu Arah Industri
Tren Laptop Gaming 2026 Makin Ekstrem: Dual Screen, AI Lokal hingga Kolaborasi Studio Game Global
Jakarta, tvOnenews.com – Industri laptop gaming memasuki babak baru pada 2026. Persaingan tidak lagi hanya soal kecepatan prosesor atau kartu grafis, melainkan bagaimana perangkat mampu menggabungkan kecerdasan buatan (AI), desain portabel, hingga pengalaman visual yang lebih imersif dalam satu ekosistem.
Perkembangan teknologi layar juga mengalami lompatan signifikan. Jika sebelumnya panel beresolusi tinggi dan refresh rate cepat menjadi standar premium, kini produsen mulai mendorong penggunaan layar ganda, panel OLED HDR, serta tingkat kecerahan di atas 1.000 nits untuk menunjang kebutuhan gamer sekaligus kreator konten.
Di sisi lain, integrasi AI berbasis NPU (Neural Processing Unit) menjadi fitur yang semakin dominan. Teknologi ini memungkinkan optimalisasi performa secara otomatis, mulai dari pengaturan frame rate, manajemen daya, hingga akselerasi aplikasi kreatif dan komputasi berbasis machine learning secara lokal tanpa selalu bergantung pada cloud.
Tak hanya spesifikasi teknis, kolaborasi lintas industri juga menjadi strategi baru. Produsen perangkat keras kini menggandeng studio gim ternama untuk menghadirkan edisi terbatas yang memadukan desain artistik dengan performa kelas atas. Pendekatan ini memperluas makna laptop gaming, bukan sekadar alat bermain, tetapi juga simbol gaya hidup dan koleksi.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah brand global mulai memulai 2026 dengan peluncuran lini produk baru yang menegaskan arah industri: performa tinggi dalam bodi ringkas, dukungan AI generasi terbaru, serta diferensiasi desain melalui kolaborasi kreatif.
Salah satu yang menandai momentum ini adalah perayaan dua dekade lini gaming Republic of Gamers (ROG) dari ASUS. Sejak diperkenalkan pada 2006, lini tersebut berkembang dari sekadar perangkat gaming menjadi ekosistem lengkap yang mencakup laptop, desktop, hingga periferal.
Dalam momentum 20 tahun tersebut, ASUS ROG memperkenalkan sejumlah perangkat terbaru yang menonjolkan teknologi AI generasi baru dan inovasi layar ganda. Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menyebut fase ini sebagai penetapan standar baru untuk dekade berikutnya, dengan fokus pada performa, efisiensi, dan pengalaman pengguna.
Salah satu sorotan utama datang dari lini laptop layar ganda ROG Zephyrus Duo (GX651). Perangkat ini mengusung dua layar sentuh 16 inci beresolusi 3K ROG Nebula HDR OLED dengan refresh rate 120Hz. Konsep dual-screen memungkinkan pengguna menjalankan gim di layar utama sambil memantau chat, streaming, atau aplikasi pendukung di layar kedua tanpa mengganggu tampilan utama.
Dari sisi performa, laptop ini ditenagai hingga NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU dan didukung sistem pendingin ROG Intelligent Cooling berbasis vapor chamber serta liquid metal. Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga suhu tetap stabil saat menjalankan beban kerja berat, termasuk pemrosesan berbasis AI.
Segmen ultra-portabel juga mendapat pembaruan melalui ROG Zephyrus G14 dan G16 edisi 2026. Keduanya dibekali prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan kemampuan NPU hingga 50 TOPS, serta opsi GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series. Dukungan teknologi seperti NVIDIA DLSS 4 memungkinkan optimalisasi frame rate berbasis AI untuk pengalaman bermain lebih mulus.
Bagi pengguna yang menginginkan alternatif berbasis AMD, tersedia varian dengan prosesor Ryzen AI generasi terbaru yang telah mengantongi sertifikasi Copilot+. Layar ROG Nebula HDR dengan tingkat kecerahan hingga 1.100 nits dan cakupan warna 100 persen DCI-P3 menjadi nilai tambah untuk kebutuhan gaming maupun produksi konten visual.
Di kelas berbeda, seri TUF Gaming A14 hadir sebagai opsi dengan pendekatan durabilitas tinggi. Menggunakan prosesor AMD Ryzen AI Max+ 392 dengan desain chiplet “Strix Halo”, perangkat ini mengintegrasikan CPU dan GPU dalam satu arsitektur efisien. Dengan bobot sekitar 1,48 kilogram dan sertifikasi ketahanan standar militer MIL-STD-810H, laptop ini menyasar mahasiswa dan profesional muda yang membutuhkan perangkat tangguh namun tetap ringan.
Fitur Auto-switch Unified Memory memungkinkan alokasi memori sistem secara dinamis, baik untuk gim AAA maupun komputasi berbasis Large Language Models (LLM) secara lokal, didukung NPU hingga 50 TOPS.
Sementara itu, kolaborasi kreatif diwujudkan melalui edisi terbatas ROG Flow Z13-KJP hasil kerja sama dengan Kojima Productions. Tablet gaming ini dirancang dengan sentuhan visual terinspirasi dari karakter Ludens dan dikembangkan bersama desainer Yoji Shinkawa.
Secara spesifikasi, perangkat ini mengusung AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan grafis Radeon 8060S, NPU 50 TOPS, serta RAM hingga 128GB dengan Unified Quad Channel Memory yang memungkinkan alokasi VRAM besar. Fleksibilitasnya memungkinkan perangkat digunakan sebagai tablet, konsol portabel, maupun workstation saat terhubung ke keyboard dan monitor eksternal.
Di Indonesia, edisi kolaborasi ini tersedia terbatas sebanyak 50 unit dengan harga Rp 60.999.000. Masa pre-order dibuka pada 24 Februari hingga 4 Maret 2026, dengan pengiriman mulai 7 Maret 2026 melalui kanal penjualan resmi.
Melalui rangkaian peluncuran ini, arah industri laptop gaming 2026 terlihat semakin jelas: integrasi AI sebagai pusat performa, inovasi desain layar untuk produktivitas dan hiburan, serta pendekatan kolaboratif yang menyasar komunitas gamer dan kreator secara lebih luas. (nsp)