- Istimewa
Trailer “Tumbal Proyek” Rilis, Angkat Mitos Suramadu dan Luka Keluarga yang Tak Pernah Selesai
Lebih jauh, Deeraj menekankan bahwa cerita ini bukan hanya soal mitos atau ketakutan, tetapi juga tentang keluarga yang berjuang mempertahankan keutuhan di tengah ancaman. Dalam proses tersebut, muncul dilema besar—bahwa setiap ambisi memiliki harga yang harus dibayar, bahkan jika itu menyangkut nyawa manusia.
Sutradara Hadirkan Teror dari Ketidakpastian
Sutradara Jeropoint menghadirkan pendekatan berbeda dalam membangun rasa takut. Ia menekankan bahwa ketakutan terbesar justru datang dari ketidaktahuan.
Dalam film ini, penonton tidak langsung disuguhkan jawaban. Sebaliknya, mereka diajak masuk ke dalam cerita dengan kondisi yang sama seperti karakter—tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Seiring berjalannya alur, potongan demi potongan misteri mulai terbuka. Ketegangan dibangun secara perlahan, hingga akhirnya penonton menjadi saksi dari berbagai peristiwa mengerikan yang berkaitan dengan praktik “tumbal proyek”.
Pendekatan ini membuat rasa takut terasa lebih nyata, karena bersumber dari situasi yang tidak pasti dan sulit diprediksi.
Pendalaman Emosi Karakter yang Natural
Aktris Calista Arum yang memerankan karakter Laras turut memberikan warna emosional dalam film ini. Ia menggambarkan Laras sebagai sosok yang memiliki kedekatan kuat dengan ibunya, terutama setelah kehilangan sang ayah.
Karakter Laras tidak hanya berjuang menghadapi misteri, tetapi juga berusaha menjaga ibunya tetap kuat di tengah situasi yang penuh tekanan. Ikatan emosional ini menjadi salah satu elemen penting yang membuat cerita terasa lebih hidup.
Dalam proses syuting, Calista mengungkapkan bahwa banyak adegan dilakukan tanpa dialog panjang. Hal ini menuntutnya untuk mengolah emosi secara mendalam agar tetap terasa autentik di layar.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah adegan doa, yang disebut mampu menghadirkan emosi yang kuat hingga membuat banyak orang ikut terbawa suasana.
Perpaduan Horor, Misteri, dan Drama Keluarga
Tumbal Proyek menawarkan perpaduan genre yang saling melengkapi—horor, misteri, dan drama emosional. Teror yang muncul tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari cerita manusia yang penuh trauma, kehilangan, dan harapan yang belum terselesaikan.
Film ini juga menegaskan bahwa ketakutan tidak selalu datang dari hal gaib semata. Rasa kehilangan, ketidakpastian, dan kebenaran yang tersembunyi bisa menjadi sumber teror yang jauh lebih dalam.