- Istimewa
Pemasangan Chattra Borobudur Didorong Jadi Titik Kebangkitan Spiritual dan Wisata Religi Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Pemasangan chattra di puncak Candi Borobudur dinilai sebagai langkah penting dalam mengembalikan makna spiritual sekaligus memperkuat posisi situs tersebut sebagai warisan budaya dunia yang utuh. Kehadiran chattra tidak hanya dipahami sebagai elemen arsitektur, tetapi juga simbol filosofis dalam ajaran Buddha yang merepresentasikan perlindungan, kesucian, dan pencapaian pencerahan tertinggi.
Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tersebut. Wakil Ketua Umum Gemabudhi, Karsono, menegaskan bahwa pemasangan chattra menjadi bagian dari komitmen generasi muda dalam menjaga serta menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual yang diwariskan oleh leluhur bangsa.
“Ini bukan sekadar pelengkap bangunan, tetapi simbol penting dalam perjalanan spiritual,” ujar Karsono dikutip pada hari Selasa (28/4).
Makna Filosofis Chattra dalam Struktur Borobudur
Menurut Karsono, chattra memiliki makna filosofis yang sangat dalam dalam konteks Borobudur sebagai mandala agung. Dalam tradisi Buddhis, chattra melambangkan pencapaian tertinggi dalam perjalanan menuju pencerahan, sekaligus menjadi simbol perlindungan spiritual.
Dengan dipasangnya kembali elemen tersebut, Borobudur dinilai semakin lengkap sebagai representasi perjalanan manusia menuju kesempurnaan batin. Hal ini juga mempertegas fungsi Borobudur bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi sebagai ruang refleksi spiritual yang hidup.
Karsono menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan keutuhan filosofi Borobudur yang selama ini dipandang belum sepenuhnya lengkap dari sisi simbolik.
Dorongan Kesadaran Spiritual Generasi Muda
Gemabudhi melihat momentum ini sebagai peluang untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai Dharma. Kehadiran chattra diharapkan mampu mendorong pemahaman yang lebih dalam terhadap ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Borobudur diharapkan semakin berfungsi sebagai ruang spiritual yang inklusif, tidak hanya bagi umat Buddha, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mencari ketenangan, harmoni, dan refleksi batin.
Karsono menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian fisik candi dan penguatan nilai spiritualnya. Dengan demikian, Borobudur dapat terus menjadi simbol persatuan, toleransi, dan kedamaian lintas agama.
Potensi Besar Wisata Religi dan Global
Sementara itu, Fadli Zon sebelumnya menyampaikan harapan bahwa pemasangan chattra dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya wisata religi.