- Istimewa
Kasus Hipertensi di Indonesia Terus Meningkat
“Bukan lagi hanya prevensi primer atau prevensi sekunder, tapi sudah ke prevensi primordial,” ujar Eka.
Ia menjelaskan InaSH merupakan organisasi profesi yang beranggotakan dokter spesialis jantung, penyakit dalam, hingga neurologi yang memiliki perhatian terhadap hipertensi.
Organisasi yang berdiri sejak 1977 itu, kata Eka, selama hampir 50 tahun telah membantu pemerintah dalam menekan angka hipertensi beserta komplikasinya.
“Selama ini kami berfokus membantu pemerintah dalam mengurangi kejadian hipertensi dan komplikasinya,” katanya
Namun menurutnya, pengendalian hipertensi tidak cukup hanya bertumpu pada tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Sebab, banyak faktor di luar dunia medis yang memengaruhi tingginya kasus hipertensi di masyarakat.
“Kami menyadari hipertensi tidak bisa diselesaikan hanya di ruang dokter. Banyak faktor di luar sana yang memengaruhi,” ujarnya.
Karena itu, InaSH mendorong kerja sama lintas sektoral antara pemerintah, organisasi profesi, kementerian, hingga pemerintah daerah
untuk memperkuat edukasi kesehatan masyarakat.
“Harus ada kerja sama lintas sektoral, termasuk dengan pemerintah daerah dan Kominfo, karena masih banyak mitos yang salah di masyarakat,” katanya.
Eka menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa dan mengontrol tekanan darah, padahal prevalensi hipertensi di Indonesia sudah sangat tinggi.“Padahal kita tahu satu dari tiga masyarakat Indonesia mengalami hipertensi,” ujarnya
Managing Director Beurer Indonesia, Aria Verdin, mengatakan peringatan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tekanan darah tinggi.
“Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi hingga akhirnya muncul komplikasi serius," katanya.
Ia menambahkan meningkatnya kesadaran hidup sehat membuat alat pengukur tekanan darah digital kini semakin banyak diguznakan di rumah.
“Jadi jangan tunggu sampai ada keluhan. Cara paling pasti untuk mengetahui kondisi tubuh adalah dengan cek rutin,” katanya.(chm)