- Istimewa
Synchronize Fest 2026: Para Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras
The Changcuters Berharap Kebakaran Hutan Segera Berakhir
Pesan solidaritas terhadap masyarakat di luar Pulau Jawa juga disampaikan The Changcuters saat tampil di Dynamic Stage. Di sela-sela penampilan energik mereka, vokalis Tria Ramadhani mengajak penonton mendoakan warga yang terdampak bencana.
Tria awalnya berharap masyarakat yang berada di wilayah terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas dengan aman.
"Mari kita doakan saudara-saudara kita yang ada di luar pulau ini. Semoga mereka cepat dipulihkan, teman-teman," kata Tria.
Ia kemudian secara langsung menyinggung kebakaran hutan yang terjadi. Dengan gaya bicara spontan, Tria berharap kebakaran segera berakhir dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi masyarakat.
"Semoga kebakaran hutannya cepat berakhir," ujarnya, yang disambut jawaban "Aamiin!" dari penonton.
Tria kembali menyampaikan harapan agar kebakaran hutan segera berhenti. Ia juga melontarkan sindiran kepada pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran hutan, yang disambut sorakan penonton.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen ketika panggung musik digunakan untuk menyampaikan keresahan terhadap bencana lingkungan sekaligus menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak.
Melly Goeslaw dan Polka Wars Ikut Menyuarakan Keprihatinan
Melly Goeslaw, yang tampil bersama Potret, turut menyoroti kondisi lingkungan di Kalimantan dan sekitarnya. Di tengah penampilan yang menghadirkan lagu-lagu bernuansa nostalgia, Melly mengajak penonton mendoakan agar hujan segera turun.
"Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengirimkan hujan secepatnya," ujar Melly.
Harapan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap kebakaran hutan dan dampaknya bagi masyarakat. Doa menjadi salah satu bentuk kepedulian yang disampaikan musisi kepada warga yang menghadapi situasi sulit akibat bencana tersebut.
Sementara itu, Polka Wars menyampaikan keresahan melalui pernyataan sang basis, Xandega atau Dega. Band indie rock asal Jakarta itu kembali tampil setelah sempat vakum selama empat tahun.
Dalam penampilannya di Forest Stage, Dega mengingatkan penonton bahwa kondisi lingkungan Indonesia sedang menghadapi persoalan serius.
"Indonesia lagi nggak baik-baik aja, dan forest (hutan) kita juga lagi kayak gitu," kata Dega.