news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi acara.
Sumber :
  • Istimewa

Perimenopause dan Menopause Pengaruhi Kualitas Hidup, Perempuan Perlu Pahami Perubahan Hormon

Terapi tersebut dapat menjadi pilihan bagi perempuan dengan keluhan menopause tertentu.
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:30 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Perubahan hormon pada fase perimenopause dan menopause dapat memengaruhi kesehatan serta kualitas hidup perempuan. Pemahaman mengenai perubahan tersebut dinilai penting agar perempuan dapat mengenali gejala dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, membahas pentingnya edukasi mengenai transisi hormonal pada perempuan dalam diskusi bertajuk Hormones in Transition di festival kesehatan perempuan Rise & Bloom, Hallf Patiunus, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026).

Diskusi yang diinisiasi Magnolia Collective tersebut juga menghadirkan CEO First Care Clinic, Gadiza Fauzi. Para pembicara membahas perubahan yang dialami perempuan pada fase perimenopause, menopause, hingga pascamenopause, termasuk pilihan penanganan sesuai kebutuhan individu.

Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang ditandai dengan perubahan hormon. Sementara itu, menopause menandai berakhirnya menstruasi secara permanen. Perubahan pada kedua fase tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Dinda menekankan pentingnya membicarakan perimenopause dan menopause secara lebih terbuka. Meski menjadi bagian alami dari proses penuaan, perubahan hormonal tetap perlu dipahami karena dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan perempuan.

Edukasi yang tepat dan konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu perempuan memahami perubahan tubuh serta mempertimbangkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, Gadiza menilai perempuan tidak seharusnya memandang masa transisi paruh baya sebagai krisis kehidupan. Fase tersebut justru dapat menjadi kesempatan untuk lebih memperhatikan kebutuhan tubuh dan memprioritaskan kesehatan.

“Transisi paruh baya bukanlah sebuah krisis kehidupan, melainkan sebuah kebangkitan,” menjadi pesan yang diangkat dalam diskusi tersebut.

Terapi Hormon Perlu Mempertimbangkan Kondisi Pasien

Salah satu topik yang turut dibahas dalam penanganan keluhan menopause adalah terapi hormon atau Menopausal Hormone Therapy (MHT), yang juga dikenal sebagai Hormone Replacement Therapy (HRT).

Terapi tersebut dapat menjadi pilihan bagi perempuan dengan keluhan menopause tertentu. Namun, tenaga medis perlu mempertimbangkan manfaat, risiko, riwayat kesehatan, serta kebutuhan setiap pasien sebelum merekomendasikan terapi.

Selain terapi hormon, pemeriksaan medis dapat mencakup konsultasi dokter dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi. Penanganan tidak dapat disamaratakan karena gejala dan kondisi kesehatan setiap perempuan berbeda.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya pendampingan selama masa transisi hormonal. Informasi yang jelas mengenai tahapan konsultasi dan pilihan perawatan diharapkan membantu perempuan mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang memadai.

Dorong Keterbukaan tentang Menopause

Pembahasan mengenai menopause masih perlu diperluas agar perempuan dapat memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan tidak ragu mencari bantuan medis ketika mengalami keluhan.

Perubahan hormon pada masa paruh baya tidak selalu menimbulkan gejala yang sama pada setiap perempuan. Karena itu, pengenalan gejala dan konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk menentukan kebutuhan penanganan.

Melalui diskusi dalam Rise & Bloom, para pembicara mengangkat pentingnya mengubah pandangan terhadap menopause. Fase tersebut bukan berarti berakhirnya produktivitas atau kualitas hidup, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang perlu dihadapi dengan pemahaman dan perhatian terhadap kesehatan.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral