- Istimewa
Synchronize Fest 2026 Hari Kedua: Wali Hingga Ayu Ting Ting Goyang Panggung Dynamic Stage
Jakarta, tvOnenews.com - Synchronize Fest 2026 hari kedua berlangsung meriah di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Festival musik lintas generasi ini menyuguhkan beragam pertunjukan sejak sore hingga lewat tengah malam, mulai dari lagu-lagu populer milik Wali, romansa Rizky Febian dan Mahalini, aksi dangdut Ayu Ting Ting, reuni girl group era 2000-an, hingga penampilan Hindia dengan konsep Post Order Set.
Tak hanya menghadirkan musisi populer di Dynamic Stage dan District Stage, festival ini juga memberi ruang bagi musik alternatif, rock, reggae, hip-hop, jazz, hingga pertunjukan komedi dan program komunitas.
Berbagai penampilan tersebut tersebar di sejumlah area, menjadikan hari kedua Synchronize Fest sebagai perayaan musik dengan warna yang beragam.
- Istimewa
Wali Buka Rangkaian Penampilan di Dynamic Stage
Wali menjadi salah satu pembuka utama pada hari kedua Synchronize Fest 2026. Band yang dikenal lewat lagu-lagu pop Melayu tersebut tampil di Dynamic Stage mulai pukul 16.00 WIB.
Kehadiran Wali membawa warna musik yang akrab bagi penonton lintas generasi. Pada waktu yang hampir bersamaan, panggung District Stage menghadirkan FSTVLST dengan karakter rock alternatif yang menjadi pembuka rangkaian pertunjukan di area tersebut.
Sementara itu, Forest Stage memulai aktivitasnya melalui Alkateri: Expanded Session. Panggung lain juga diisi penampil dari berbagai skena, termasuk Deandra Napira di Panggung Getarrr serta Sajama Cut dengan Deluxe Set di XYZ Stage.
Susunan pertunjukan sejak sore menunjukkan bahwa pengunjung dapat memilih pengalaman berbeda, mulai dari musik populer hingga eksplorasi musik alternatif.
Rizky Febian dan Mahalini Hadirkan Nuansa Romantis
Memasuki malam, Dynamic Stage menghadirkan Rizky Febian dan Mahalini pada pukul 18.15 WIB. Penampilan keduanya menjadi salah satu agenda yang menawarkan suasana romantis di tengah festival dengan beragam genre musik.
Di District Stage, Bernadya dijadwalkan tampil mulai pukul 19.00 WIB. Musisi yang dikenal melalui lagu-lagu bernuansa emosional tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi penonton yang ingin bernyanyi bersama dengan iringan musik pop melankolis.
Forest Stage turut menghadirkan Tribute to Warkop DKI pada pukul 18.30 WIB. Program ini menggabungkan musik dan komedi melalui Orkes Nunung CS, GJLS Entertainment, serta Duo BahLul atau Podcast Bahlul, dengan kehadiran Indro Warkop.
Agenda tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan komedi populer Indonesia. Setelahnya, panggung yang sama juga menghadirkan Float: 3 Hari untuk Selamanya, yang mengangkat kembali keterkaitan musik dengan karya film tersebut.
Sementara itu, XYZ Stage menampilkan Arumtala bersama Oele Pattiselanno. Keragaman penampil di panggung-panggung ini membuat pengunjung memiliki banyak pilihan hiburan dalam rentang waktu yang berdekatan.
Ayu Ting Ting hingga Reuni Indonesian Girl Group
Pada pukul 19.45 WIB, Ayu Ting Ting mengambil alih Dynamic Stage dengan sajian dangdut yang enerjik. Penampilannya menghadirkan warna berbeda setelah rangkaian musik pop romantis sebelumnya.
Di District Stage, nostalgia pop era 2000-an menjadi sorotan melalui Indonesian Girl Group. Pertunjukan ini mempertemukan Chibi Chibi dari Cherrybelle, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7ICONS, bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, serta Sivia. Penampilan tersebut diiringi musik dari Jebung.
Pertemuan para personel dan nama-nama yang lekat dengan era girlband menghadirkan kesempatan bagi penonton untuk kembali menikmati lagu-lagu yang pernah populer. Format kolaborasi tersebut juga mempertemukan generasi musisi yang tumbuh bersama musik pop Indonesia pada periode berbeda.
Di Forest Stage, suasana berlanjut melalui sesi karaoke komunitas, termasuk kegiatan bersama Onadio Leonardo, Coki Pardede, dan Sania Leonardo. Ada pula sesi karaoke bersama komunitas TeamHindia.BDG yang menjadi bagian dari program interaktif festival.
Maliq & D'Essentials dan Jakarta Movin Hadirkan Pertunjukan Musikal
Salah satu pertunjukan yang menjadi sorotan malam itu adalah Konser Musikal Senja Teduh Pelita, kolaborasi Maliq & D'Essentials dengan Jakarta Movin di Dynamic Stage mulai pukul 21.15 WIB.
Berbeda dari format konser musik biasa, kolaborasi tersebut mengemas lagu-lagu Maliq & D'Essentials dalam pendekatan teatrikal. Kehadiran Jakarta Movin memberikan dimensi pertunjukan musikal yang memadukan musik dan seni panggung.
Pada rentang waktu yang hampir bersamaan, District Stage memasuki sesi Emo Revival. Program ini menghadirkan Alone at Last, Friends of Mine, Killed by Butterfly dari era 2006, Killing Me Inside Re:Union, Side-B dari era Thirteen, serta The Side Project.
Deretan band tersebut membawa kembali karakter musik emo dan alternatif yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan musik independen Indonesia. Penampilan mereka menjadi ruang nostalgia bagi penggemar yang mengikuti perkembangan skena tersebut sejak era 2000-an.
Seringai, The Panturas, Souljah hingga Sajama Cut
Di Forest Stage, musik cadas hadir melalui Seringai yang dijadwalkan tampil mulai pukul 22.40 WIB. Karakter musik keras band tersebut melengkapi variasi genre yang disuguhkan Synchronize Fest pada hari kedua.
The Panturas kemudian membawa warna surf-rock di Forest Stage menjelang tengah malam. Sementara itu, District Stage menghadirkan Souljah dengan sajian reggae yang dijadwalkan mulai pukul 23.25 WIB.
Di XYZ Stage, eksplorasi musik berlanjut melalui Sajama Cut: Deluxe Set yang melibatkan Alkateri, Eleanor Whisper, Patrivia, dan Sunwich, serta penampilan Sigmun. Panggung lain juga diisi berbagai nama dari skena independen dan elektronik, termasuk Acid Dub, kolaborasi The Paps dengan Rub of Rub.
Sejumlah penampil lain yang masuk dalam rangkaian hari kedua mencakup Alice, Aneka Nada Selekta, Bagvs, Bergas, Dangerdope, Discko Tanah bersama DJ Desa dan Fahmy Fay yang menghadirkan Toton Caribo, Jacson Zeran, serta Ecko Show, Dub Container, Jo Soegono, Littlefingers, LLW, Mad Madmen, MANTASTICMATE bersama Muztang, dan Mardial & Friends.
Program lainnya mencakup OM PMR, Orkes Ndugal NDGJ, Preachja: Long Live Bawah Tanah, Pijar, PNNY, Rantau, Symphony Polyphonic, Geng Format, Black Sabar, Tahlilan, Wicker Basket, Masakre, Olsam, Patras, Jiwa Jiwa, dan sejumlah penampil lain di berbagai area. Agenda festival juga dilengkapi sesi diskusi, aktivitas komunitas, serta program yang berkaitan dengan industri musik.
Hindia Bawa Post Order Set ke Penghujung Malam
Menjelang tengah malam, Hindia tampil di Dynamic Stage melalui konsep Post Order Set. Penampilan Baskara Putra tersebut menjadi salah satu sorotan utama di penghujung rangkaian pertunjukan malam.
Hindia hadir setelah beragam warna musik mewarnai festival sejak sore, mulai dari pop Melayu, dangdut, pop romantis, reuni girl group, hingga musik alternatif dan emo. Konsep pertunjukannya membawa karakter musikal serta pesan emosional yang lekat dengan karya-karyanya.
Setelah penampilan Hindia, rangkaian di Dynamic Stage dijadwalkan berlanjut dengan ANTINRML, kolektif yang melibatkan Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, dan Bboogie.
Dengan puluhan penampil dan program di berbagai panggung, Synchronize Fest 2026 hari kedua memperlihatkan luasnya spektrum musik Indonesia.
Dari Wali yang membuka Dynamic Stage hingga Hindia yang membawa suasana emosional menjelang tengah malam, festival ini mempertemukan musik populer, nostalgia, karya alternatif, dan pertunjukan kolaboratif dalam satu perayaan lintas generasi. (muu)