- Freepik/benzoix
Berapa Lama Waktu Pemulihan dari Super Flu? Ini Penjelasan Lengkap dari Dokter
tvOnenews.com - Belakangan ini, Super Flu ramai diperbincangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Penyakit ini merupakan bentuk varian baru dari virus influenza A (H3N2) subclade K yang disebut-sebut memiliki daya tular lebih cepat dan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa.
Penyebarannya yang pesat di sejumlah wilayah membuat banyak orang khawatir, terlebih karena beberapa pasien dilaporkan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Lalu, sebenarnya berapa lama seseorang bisa sembuh dari Super Flu?
Dokter Imam Rahmatullah Maulana Pasha, dalam wawancara eksklusif dengan tvOnenews, menjelaskan bahwa Super Flu pada dasarnya masih termasuk dalam kategori infeksi virus influenza yang bersifat self-limiting disease.
Artinya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan daya tahan tubuh yang membaik.
“Sejauh ini, beberapa literatur masih menggunakan patokan influenza. Jadi karena virus, sifatnya self-limiting disease. Untuk gejala biasanya berlangsung 5 hari sampai 2 minggu, meskipun untuk gejala spesifik seperti batuk bisa lebih lama,” ujar dr. Imam.
Dengan kata lain, waktu pemulihan dari Super Flu umumnya berkisar antara 5 hari hingga 14 hari, tergantung dari kondisi imun tubuh seseorang.
Namun, gejala sisa seperti batuk kering atau pilek ringan bisa bertahan lebih lama, terutama pada pasien dengan daya tahan tubuh yang lemah atau memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya seperti asma dan bronkitis.
Dokter Imam menambahkan, jika gejala flu tidak kunjung membaik setelah dua minggu, penting untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Hal ini bertujuan memastikan bahwa pasien tidak mengalami infeksi sekunder atau kondisi lain yang mirip dengan flu, seperti rhinitis alergi atau infeksi sinus.
“Jika durasi gejala lebih lama, bisa jadi pertimbangan diagnosis yang sesuai. Misalnya, pileknya lebih dari 7 hari, kita bisa curiga rhinitis, dan begitu pun gejala lainnya,” jelasnya.
Selain durasi penyembuhan, dokter juga menjelaskan tentang masa inkubasi Super Flu, yaitu rentang waktu antara paparan virus dan munculnya gejala pertama.
“Masa inkubasinya 1-4 hari, jadi gejala biasanya mulai muncul setelahnya, yakni pada hari ke-5 dan seterusnya,” ungkap dr. Imam.
Pada masa inkubasi ini, seseorang sebenarnya sudah bisa menularkan virus meski belum menunjukkan gejala seperti demam atau batuk.
Oleh karena itu, dokter menyarankan agar masyarakat yang merasa telah terpapar segera mengisolasi diri dan menggunakan masker untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Menurut dr. Imam, gejala umum Super Flu tidak jauh berbeda dari flu musiman, namun intensitasnya bisa lebih berat.
Pasien biasanya mengalami demam tinggi, nyeri otot, kelelahan ekstrem, sakit kepala, tenggorokan gatal, batuk kering, hingga sesak napas ringan pada beberapa kasus.
Untuk mempercepat pemulihan, dokter menyarankan beberapa langkah perawatan mandiri di rumah, seperti istirahat cukup, banyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi, serta hindari stres dan aktivitas berat.
Bila gejala tidak membaik setelah seminggu, segera konsultasikan ke dokter agar bisa dievaluasi kemungkinan adanya infeksi sekunder.
Selain itu, penggunaan obat flu biasa memang bisa membantu meredakan gejala seperti demam dan nyeri otot, tetapi tidak dapat membunuh virus penyebab Super Flu. Karena itu, peran sistem imun sangat penting dalam proses pemulihan. (adk)