news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Susu.
Sumber :
  • Freepik

Produk Susu Nestlé Diduga Tercemar Bakteri Bacillus Cereus, Begini Bahayanya untuk Tubuh

Nestlé tarik susu formula di 49 negara karena dugaan kontaminasi Bacillus cereus. BPOM imbau hentikan konsumsi S-26 Promil Gold demi keamanan.
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perusahaan raksasa makanan dunia Nestlé dilaporkan telah menarik kembali sejumlah produk susu formula bayi di 49 negara setelah muncul dugaan adanya kontaminasi bakteri Bacillus cereus.

Penarikan produk tersebut dimulai sejak Desember 2025, menyusul laporan adanya kasus mual dan muntah parah yang diduga disebabkan oleh toksin berbahaya hasil produksi bakteri tersebut.

Produk susu formula yang ditarik antara lain dijual di kawasan Eropa, Turki, dan Argentina, dengan temuan bahwa produk tersebut berpotensi mengandung cereulide, yaitu racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus.

Racun ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan berat seperti mual, muntah, hingga diare dalam waktu singkat setelah dikonsumsi.

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari USA Today, Nestlé menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah cepat untuk melindungi konsumen.

“Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami memahami kekhawatiran yang timbul, dan berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan dukungan bagi orang tua serta pengasuh selama proses ini,” ujar Nestlé.

Ilustrasi - Susu Formula.
Sumber :
  • Istimewa

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia juga mengeluarkan imbauan resmi terkait produk Nestlé S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.

BPOM meminta masyarakat yang memiliki produk tersebut untuk tidak lagi mengonsumsinya, karena terdapat potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku Arachidonic Acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam proses produksinya.

“BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghentikan penggunaan produk tersebut dan mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia,” tulis BPOM RI dalam siaran persnya.

Meski demikian, BPOM menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap produk Nestlé lainnya yang tidak termasuk dalam daftar penarikan.

Produk dengan nomor bets berbeda tetap dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Dikutip dari Prodia, Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif yang tersebar luas di lingkungan sekitar, termasuk tanah, debu, dan bahan pangan.

Bakteri ini mampu bertahan dalam bentuk spora yang tahan terhadap panas, dingin, dan kondisi kering ekstrem.

Saat masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi, bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan.

Gejala awal infeksi Bacillus cereus biasanya berupa mual, muntah, sakit perut, dan diare, yang muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi.

Dalam kasus yang lebih serius, bakteri ini dapat memicu toksikoinfeksi akibat produksi dua jenis racun: toksin cereulide (penyebab muntah dan diare) serta toksin hemolitik (penyebab kerusakan sel darah dan keracunan berat).

Bakteri ini umumnya ditemukan pada bahan makanan seperti nasi, daging, susu, keju, hingga sayuran.

Jika makanan tidak disimpan atau dimasak dengan benar, Bacillus cereus dapat berkembang biak dan menghasilkan racun berbahaya.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan pangan dan memperhatikan suhu penyimpanan makanan.

Menurut The Disease Encyclopedia, Bacillus cereus dapat menyebabkan dua tipe utama keracunan makanan:

  • Tipe emetik (muntah): ditandai dengan mual hebat, muntah, dan kram perut.
  • Tipe diare: menyebabkan diare berair disertai nyeri perut.

Kasus infeksi Bacillus cereus sering ditemukan di restoran dan tempat penyajian makanan massal, terutama ketika makanan dibiarkan dalam suhu ruang terlalu lama.

Bakteri ini tumbuh optimal pada suhu 5°C hingga 57°C, yang dikenal sebagai “zona bahaya” bagi makanan.

Penelitian di Tiongkok bahkan mencatat bahwa sekitar 35% makanan siap saji yang diuji positif mengandung Bacillus cereus, terutama pada produk berbasis daging dan mi beras.

Karena itu, penerapan standar kebersihan dan pengendalian suhu sangat penting. Makanan panas harus disimpan di atas 57°C (135°F), sementara makanan dingin dijaga di bawah 4°C (40°F).

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), Bacillus cereus menyebabkan lebih dari 63.000 kasus infeksi setiap tahun di Amerika Serikat, meskipun sebagian besar tidak dilaporkan karena gejalanya tergolong ringan.

Namun, pada bayi dan anak-anak, infeksi ini bisa jauh lebih berbahaya karena sistem imun mereka yang belum sepenuhnya kuat. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:11
16:50
02:22
01:18
07:14
01:15

Viral