- Kolase tvOnenews.com/ilustrasi istock-wikipedia
3 Fakta Kasus Susu Formula Nestle yang Kini Ditarik BPOM, Nomor 3 Harus Disadari Orang Tua
Jakarta, tvOnenews.com- Badan pengawasan obat dan makanan indonesia (BPOM) baru-baru ini, mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat bisa mengecek kembali produk susu formula nestle yang digunakan untuk anak.
- dok.ilustrasi pixabay
Susu formula nestle yang diimbaukan tersebut untuk varian susu formula atau susu bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 karena telah terpapar toksin cereulide (toxin cereulide).
Hal ini membuat BPOM menarik dan memberhentikan impor susu formula Nestle varian S-26 Promil Gold pHPro 1 yang tengah telah terdeteksi terkontaminsi toksin cereulide.
Sikap tegas ini menanggapi notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF). Memberitahukan adanya cemaran toksin cereulide pada susu formula nestle tersebut.
"Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian/penukaran," jelas BPOM dalam keterangan resminya, Rabu (14/1).
- Kolase tvOnenews.com/ilustrasi istock-wikipedia
Simak 3 Fakta Kasus Susu Formula Nestle yang Disebut Terkontaminasi Toksin Cereulide
1. Tidak Semua Produk Susu Formula
Atas kabar penarikan dan penghentian impor produsk susu formula nestle ini. Masyarakan tidak perlu khawatir, karena tidak untuk semua produk brand Nestle yang tercemar toksin cereulide.
Perlu diketahui, hanya produk susu formula untuk bayi varian S-26 Promil Gold pHPro 1 yang terdampak toksin cereulide dengan Nomor izin edar: ML 562209063696 dan nomor bets: 51530017C2 dan 51540017A1.
- Istimewa
2. BPOM Anjurkan Kembalikan Produk
Apabila anda sebagai orang tua sudah membeli produk susu formula varian S-26 Promil Gold pHPro 1. Susu yang dikhususkan untuk bayi 0-6 bulan, dengan nomor izin di atas segera kembalikan.
Pengembalian susu formula nestle ini dilakukan sebagai langkan pencegahan dari dampak buruk toksin cereulide.
"Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua bets produk formula bayi terdampak tersebut telah diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ < 0,20 µg/kg)," katanya, dikutip dari Antara.
3. Gejala Keracunan Toksin Cereulide
Langkah selanjutnya, orang tua baik Bunda maupun Ayah harus melihat perkembangan anak atau bayi anda. Apabila melihat tanda-tanda ini segera bawa ke Rumah Sakit atau Pelayanan kesehatan terdekat.
Pasalnya, menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Yohan Samudera, Sp.Gk kalau toksin cereulide berasal dari Bacillus Cereus yang dapat menyebabkan anak muntah.
Maka dari itu, gejala keracunan toksin cereulide yang perlu dipahami para orang tua. Ketika anak terkontaminasi bakteri ini, bakal alami:
-Anak mengalami mual
-Anak mengalami muntah
-Anak mengalami diare
-Anak mengalami nyeri atau kram perut (cirinya anak sering menangis)
"Dengan menangis terus-menerus gelisah dan menolak makan," jelas dr Yohan kepada tvonenews.com, Rabu (14/1).
"Untuk kasus keracunan, gejala muncul dengan cepat, sekitar 30 menit hingga 6 jam setelah mengkonsumsi susu yang terkontaminasi," pesan dr Yohan.(klw)