- Freepik
Kenapa Badan Terasa Pegal dan Ngilu Saat Demam? Begini Penyebabnya Menurut Dokter
tvOnenews.com - Badan terasa pegal, nyeri, dan ngilu di seluruh tubuh sering kali menjadi gejala yang menyertai demam.
Banyak orang mengira kondisi ini terjadi karena kelelahan atau kurang istirahat. Namun menurut penjelasan medis, rasa nyeri saat demam adalah bagian dari mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta, menjelaskan bahwa nyeri sendi dan otot yang muncul saat seseorang mengalami demam merupakan tanda adanya reaksi inflamasi atau peradangan dalam tubuh.
Reaksi ini bukan hal yang berbahaya, melainkan bagian dari sistem imun yang sedang bekerja keras menghadapi serangan virus, bakteri, atau patogen lain.
“Nyeri sendi yang terjadi di seluruh tubuh dikarenakan demam itu sangat wajar karena itu merupakan reaksi inflamasi alias reaksi peradangan yang terjadi dalam tubuh sebagai mekanisme pertahanan untuk melawan benda asing. Bakteri, virus, dan cacing itu kan hidup subur kalau lingkungannya lembab," ujar dr. Tirta.
"Jadi, tubuh kita otomatis akan membuat menjadi lingkungan yang enggak enak. Suhunya dinaikin dan terjadi reaksi peradangan. Nah, salah satu efek samping reaksi peradangan adalah terjadinya nyeri sendi,” sambungnya.
Ketika tubuh terinfeksi, sistem imun akan segera mengenali adanya zat asing dan memicu produksi sitokin, protein yang berfungsi mengatur komunikasi antar sel imun.
Sitokin ini memerintahkan otak untuk menaikkan suhu tubuh agar mikroorganisme penyebab penyakit tidak berkembang biak.
Namun, efek samping dari peningkatan suhu dan aktivitas imun inilah yang menimbulkan sensasi nyeri dan pegal di seluruh tubuh.
Selain itu, peningkatan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah melebar dan sirkulasi darah meningkat, membuat beberapa area tubuh terasa hangat atau bahkan nyeri karena tekanan di jaringan meningkat.
Proses ini juga dapat membuat seseorang merasa lemah, lesu, dan tidak nyaman, terutama di otot-otot besar seperti punggung, paha, dan lengan.
Menurut sejumlah penelitian, saat tubuh melawan infeksi, energi tubuh difokuskan untuk sistem kekebalan sehingga jaringan otot kekurangan suplai energi.
Hal inilah yang menyebabkan tubuh terasa lemah dan ngilu. Selain itu, peningkatan kadar prostaglandin, zat kimia yang muncul akibat peradangan dapat menstimulasi saraf nyeri, sehingga seseorang akan merasa nyeri meski tidak mengalami cedera.