- Istimewa
Gangguan Irama Jantung Ancam 60 Juta Orang, IJN Pertama di Asia Gunakan Teknologi Baru untuk Cegah Risiko Stroke
Kuala Lumpur, tvOnenews.com — Gangguan irama jantung yang dikenal sebagai fibrilasi atrium (AFib) kini menyerang lebih dari 60 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini berbahaya karena bisa meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, hingga pasien harus bolak-balik dirawat di rumah sakit.
Di tengah meningkatnya kasus tersebut, Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia mulai menggunakan teknologi baru untuk menangani pasien dengan gangguan irama jantung ini.
IJN menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis menggunakan Sistem Pemetaan & Ablasi Affera™️ Prism-2 bersama Kateter Sphere-9™️ dalam prosedur elektrofisiologi bagi pasien gangguan irama jantung.
Fibrilasi atrium terjadi ketika bagian atas jantung (atrium) berdetak tidak teratur. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan kerja jantung menjadi tidak maksimal. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa memicu komplikasi serius, terutama stroke.
Ketua Pegawai Eksekutif Institut Jantung Negara, Prof Mohamed Ezani Md Taib, mengatakan penggunaan teknologi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan layanan pasien jantung di Malaysia.
“Ini merupakan tonggak penting bagi IJN. Kami ingin memastikan pasien mendapatkan pilihan terapi jantung terbaru yang sesuai standar global,” ujarnya.
Teknologi yang digunakan IJN menggabungkan alat pemetaan jantung dan tindakan terapi dalam satu sistem. Dengan cara ini, dokter bisa lebih akurat menemukan bagian jantung yang menjadi sumber gangguan, lalu melakukan tindakan untuk menormalkan kembali irama jantung.
Sistem ini juga memiliki dua jenis energi untuk terapi, yakni energi panas (radiofrekuensi) dan energi non-panas yang disebut pulsed field. Dokter dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien, sehingga penanganan menjadi lebih tepat dan risiko terhadap jaringan sehat di sekitar jantung bisa ditekan.
Sementara itu, Konsultan Kardiologi Senior dan Direktur Klinis Elektrofisiologi Intervensi & Perangkat Implan di IJN, Azlan Hussin, menjelaskan bahwa fibrilasi atrium termasuk penyakit yang bisa semakin memburuk jika tidak ditangani sejak dini.
“Fibrilasi atrium sering kali makin sulit ditangani seiring perkembangan penyakitnya. Karena itu, pendekatan yang lebih tepat dan personal sangat dibutuhkan agar hasil pengobatan lebih baik,” katanya.