news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi jenis-jenis narkoba dan dampaknya bagi kesehatan.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

8 Jenis Narkoba yang Paling Sering Disalahgunakan, Kenali Efeknya Sebelum Terlambat!

Kenali jenis-jenis narkoba yang paling sering disalahgunakan beserta dampaknya bagi kesehatan fisik dan mental. Simak penjelasan lengkap berdasarkan data WHO
Selasa, 30 Juni 2026 - 21:53 WIB
Reporter:
Editor :

Efek sampingnya meliputi peningkatan denyut jantung, tekanan darah tinggi, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, kecemasan, depresi, aritmia, stroke, serangan jantung, hingga overdosis yang dapat berujung kematian.

2. Ganja

Ganja berasal dari tanaman Cannabis sativa yang mengandung senyawa psikoaktif THC. Zat ini memengaruhi area otak yang mengatur ingatan, konsentrasi, koordinasi tubuh, dan pengambilan keputusan.

Dalam jangka pendek, pengguna dapat merasakan sensasi rileks atau euforia. Namun penggunaan berulang meningkatkan risiko gangguan daya ingat, sulit berkonsentrasi, depresi, paranoia, gangguan pernapasan, hingga meningkatnya risiko psikosis, terutama pada remaja yang otaknya masih berkembang.

Di beberapa negara seperti Kanada dan Jerman, ganja digunakan secara terbatas untuk terapi medis dengan pengawasan ketat. Namun di Indonesia, ganja masih termasuk narkotika yang dilarang karena risiko penyalahgunaannya dinilai lebih besar daripada manfaatnya.

3. Ekstasi (MDMA)

Ekstasi merupakan obat sintetis yang memiliki efek stimulan sekaligus halusinogen. Obat ini sering disalahgunakan di tempat hiburan malam karena memberikan sensasi berenergi, lebih percaya diri, dan merasa bahagia.

Sayangnya, setelah efek tersebut hilang, pengguna sering mengalami depresi, kecemasan, sulit tidur, dan kelelahan berat.

Penggunaan dalam dosis tinggi juga dapat menyebabkan hipertermia (suhu tubuh sangat tinggi), gangguan irama jantung, kerusakan ginjal, hingga gagal organ yang mengancam nyawa.

4. Heroin (Putaw)

Heroin termasuk golongan opioid yang berasal dari tanaman opium poppy. Zat ini bekerja sebagai depresan yang memperlambat aktivitas otak dan sistem pernapasan.

Pengguna biasanya merasakan ketenangan dan rasa nyaman sesaat. Namun setelah itu muncul kantuk berlebihan, kesulitan berpikir, mual, mulut kering, pupil mengecil, hingga gangguan pernapasan.

WHO menyebut opioid menjadi penyebab sebagian besar kematian akibat overdosis narkoba di dunia karena mampu menghentikan fungsi pernapasan dalam waktu singkat.

Dampak Narkoba Tidak Hanya Fisik, tetapi Juga Mental

Selain merusak organ tubuh, narkoba juga menyebabkan gangguan kesehatan mental yang sering kali berlangsung lama.

Pengguna berisiko mengalami depresi, gangguan kecemasan, perubahan kepribadian, psikosis, halusinasi, hingga perilaku agresif.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet Psychiatry juga menunjukkan bahwa penggunaan ganja berkadar THC tinggi secara terus-menerus meningkatkan risiko gangguan psikotik pada kelompok usia muda.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral