- Ilustrasi Gemini AI/google gemini
Waspada! 5 Penyakit Ini Mengintai Anda Saat Cuaca Ekstrem Melanda
Jakarta, tvonenews.com- Cuaca ekstrem tengah dialami banyak negara, mulai dari Amerika Serikat, Prancis, Brazil dan negara lain di wilayah Eropa. Situasi yang juga perlu diwaspadai oleh Indonesia.
Sebab cuaca ekstrem ialah kondisi anomali yang berbahaya, seperti hujan lebat tiba-tiba, angin kencang, atau kekeringan parah yang berada di luar ambang batas normal.
Sehubungan dengan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa dinamika atmosfer yang tidak lazim telah menyebabkan mundurnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Juga memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026. Kondisi yang mulai diantisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multisektor yang terdampak dapat terkendali.
Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan, puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.
Sementara untuk puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) pada Agustus dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) pada September.
“Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur,” papar Faisal dalam laman resmi BMKG.
- Ilustrasi Gemini AI/google gemini
Sehingga bukan hanya membuat seseorang merasakan kepanasan. Namun, cuaca ekstrem juga bisa sebabkkan kita mengalami sakit yang tak biasa dan segera membutuhkan pertolongan.
Maka dengan cuaca ekstrem, dikatakan dr. Ngabila Salama sebagai praktisi kesehatan masyarakat akan mengalami dehidrasi, heat exhaustion dan heat stroke.
Berikut 5 Penyakit saat Cuaca Ekstrem
1. Dehidrasi
Dokter Ngabila menyampaikan kalau cuaca ekstrem bisa buat seseorang mengalami dehidrasi. Kondisi seseorang yang mengalami kehilangan elektrolit.
"Jika segera ditangani bisa sebabkan rasa haus berlebihan, mulut kering, lemas, pusing sampai urine berwarna pekat," katanya.
Maka solusinya cukupi pemenuhan cairan tubuh. Minumlah sebelum rasa haus muncul dan kenakan pakaian yang nyaman.
2. Heat exhaustion
Kondisi kedua ada heat exhaustion yang menyebabkan seseorang mengalami kelelahan karena suhu panas. Ini tanda tubuh mengalami kehilangan cairan tubuh dan garam.
Gejalanya berupa suhu tubuh tinggi, kulit lembab dan dingin, pusing, mual, kelelahan, atau pingsan.
sebagai catatan: Bila alami kondisi tubuh tidak sehat seperti dehidrasi dan lelah serta gejala lainnya. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
3. Heat Stroke
Penyakit ketiga ada, Heatstroke yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara signifikan dan tidak dapat dikendalikan oleh mekanisme pendinginan tubuh seperti berkeringat.
Gejala umunya berupa suhu tubuh yang sangat tinggi (di atas 40°C), kulit panas dan kering, kepala pusing, pusing, kebingungan, mual, muntah, atau kehilangan kesadaran.
"Organ-organ vital dapat mengalami kerusakan sehingga berisiko menyebabkan kematian, bila tidak segera ditangani," pesan dr. Ngabila Salama.
4.Hipertermia
Kondisi yang menandakan adanya peningkatan suhu tubuh secara signifikan lebih dari 38.5 derajat Celcius. Bayi dan anak-anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertermia karena mereka sulit mengatur suhu tubuh mereka sendiri.
Gejala umumnya berupa Kulit panas, berkeringat, gelisah, rewel, atau letargi.
5. Kram Panas (Heat Cramps)
Kram panas adalah kontraksi otot yang menyakitkan yang terjadi akibat kehilangan terlalu banyak garam dan mineral melalui keringat.
Gejala umumnya berupa nyeri otot, kaku, atau kram yang terjadi terutama saat beraktivitas fisik.(klw)