news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cuaca Ekstrem- Suhu Panas.
Sumber :
  • Ilustrasi Gemini AI/google gemini

Waspada! 5 Penyakit Ini Mengintai Anda Saat Cuaca Ekstrem Melanda

Hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 30 persen wilayah Zona Musim yang mengalami peralihan ke musim kemarau. Hati-hati cuaca ekstrem.
Senin, 6 Juli 2026 - 15:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonenews.com- Cuaca ekstrem tengah dialami banyak negara, mulai dari Amerika Serikat, Prancis, Brazil dan negara lain di wilayah Eropa. Situasi yang juga perlu diwaspadai oleh Indonesia.

Sebab cuaca ekstrem ialah kondisi anomali yang berbahaya, seperti hujan lebat tiba-tiba, angin kencang, atau kekeringan parah yang berada di luar ambang batas normal.

Sehubungan dengan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa dinamika atmosfer yang tidak lazim telah menyebabkan mundurnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Berita Foto: Jalan Berlubang Akibat Cuaca Ekstrem Ancam Keselamatan Pengendara Motor di Jakarta
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 30 persen wilayah Zona Musim yang mengalami peralihan ke musim kemarau.

"Padahal secara klimatologis, pada waktu yang sama, biasanya sekitar 64 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau,” ungkap Dwikorita dalam laman resmi BMKG, Senin (6/7).

Dengan fenomena cuaca ekstrem yang terus terjadi ini, kata Dwikorita, menunjukkan adanya dinamika atmosfer masih sangat aktif meskipun Indonesia telah memasuki periode kemarau.

Berdasarkan hasil analisis terkini, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dalam sepekan ke depan meliputi Jawa bagian barat dan tengah (termasuk Jabodetabek), Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku bagian tengah, dan Papua bagian tengah dan utara.

“Potensi hujan ini diperkirakan akan bergeser ke wilayah tengah dan timur Indonesia pada periode 10 hingga 12 Juli 2025,” jelasnya.

Cuaca Ekstrem- Suhu Panas
Sumber :
  • Ilustrasi Gemini AI/google gemini

Sehingga bukan hanya membuat seseorang merasakan kepanasan. Namun, cuaca ekstrem juga bisa sebabkkan kita mengalami sakit yang tak biasa dan segera membutuhkan pertolongan.

Maka dengan cuaca ekstrem, dikatakan dr. Ngabila Salama sebagai praktisi kesehatan masyarakat akan mengalami dehidrasi, heat exhaustion dan heat stroke.

Berikut 5 Penyakit saat Cuaca Ekstrem

1. Dehidrasi

Dokter Ngabila menyampaikan kalau cuaca ekstrem bisa buat seseorang mengalami dehidrasi. Kondisi seseorang yang mengalami kehilangan elektrolit.

"Jika segera ditangani bisa sebabkan rasa haus berlebihan, mulut kering, lemas, pusing sampai urine berwarna pekat," katanya.

Maka solusinya cukupi pemenuhan cairan tubuh. Minumlah sebelum rasa haus muncul dan kenakan pakaian yang nyaman.

2. Heat exhaustion

Kondisi kedua ada heat exhaustion yang menyebabkan seseorang mengalami kelelahan karena suhu panas. Ini tanda tubuh mengalami kehilangan cairan tubuh dan garam.

Gejalanya berupa suhu tubuh tinggi, kulit lembab dan dingin, pusing, mual, kelelahan, atau pingsan.

sebagai catatan: Bila alami kondisi tubuh tidak sehat seperti dehidrasi dan lelah serta gejala lainnya. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

3. Heat Stroke

Penyakit ketiga ada, Heatstroke yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara signifikan dan tidak dapat dikendalikan oleh mekanisme pendinginan tubuh seperti berkeringat.

Gejala umunya berupa suhu tubuh yang sangat tinggi (di atas 40°C), kulit panas dan kering, kepala pusing, pusing, kebingungan, mual, muntah, atau kehilangan kesadaran.

"Organ-organ vital dapat mengalami kerusakan sehingga berisiko menyebabkan kematian, bila tidak segera ditangani," pesan dr. Ngabila Salama.

4.Hipertermia

Kondisi yang menandakan adanya peningkatan suhu tubuh secara signifikan lebih dari 38.5 derajat Celcius. Bayi dan anak-anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertermia karena mereka sulit mengatur suhu tubuh mereka sendiri.

Gejala umumnya berupa Kulit panas, berkeringat, gelisah, rewel, atau letargi.
    
5. Kram Panas (Heat Cramps)

Kram panas adalah kontraksi otot yang menyakitkan yang terjadi akibat kehilangan terlalu banyak garam dan mineral melalui keringat.

Gejala umumnya berupa nyeri otot, kaku, atau kram yang terjadi terutama saat beraktivitas fisik.(klw)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:59
05:06
06:58
06:06
08:26
04:17

Viral