news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kericuhan Usai Laga Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol Vs Argentina.
Sumber :
  • IMAGN IMAGES via Reuters/James Lang

Mengenal Sore Loser, Label yang Disematkan kepada Argentina usai Tak Berhasil Angkat Trofidi Final Piala Dunia 2026

Bukannya menerima hasil pertandingan, para pemain Argentina justru membelakangi bendera tim pemenang yang tengah dibentangkan hingga mendapat label sore loser.
Selasa, 21 Juli 2026 - 20:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Final Piala Dunia 2026 berakhir pahit bagi tim nasional Argentina setelah harus mengakui keunggulan Spanyol. Bertanding dalam tensi yang sangat tinggi, skuad Albiceleste tampil serba tertekan dan tak mampu mencetak satu gol pun sepanjang laga.

Keretakan permainan Argentina semakin memuncak ketika salah satu pemain utamanya diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras, yang sekaligus menutup asa mereka untuk mempertahankan mahkota juara.

Setelah kekalahan tersebut, Argentina kian menyita perhatian publik. Bukannya menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, para pemain Argentina justru secara mendadak menyerang para pemain Spanyol, tepat setelah wasit meniupkan peluit panjang tanda laga usai.

Kericuhan Usai Laga Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol Vs Argentina
Sumber :
  • REUTERS/Kai Pfaffenbach

Tak berhenti di situ, sorotan negatif makin deras mengalir di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan tindakan kurang terpuji dari skuad Argentina.

Saat bendera Spanyol dibentangkan di atas lapangan dan lagu kebangsaan diputar untuk merayakan kemenangan, para pemain Argentina justru membelakangi bendera tersebut.

Padahal, dalam norma olahraga internasional, tim yang kalah idealnya berdiri menghadap bendera pemenang sebagai bentuk penghormatan dan sportivitas.

Tindakan tersebut memicu kritik tajam dari warganet. Di platform X, akun dengan username @arsenalskitchen melabeli perilaku para pemain Argentina tersebut sebagai bentuk sore loser.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sore loser?

 

Mengenal sore loser

Potret pemain Argentina yang membelakangi bendera Spanyol usai kalah di final Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Jeenah Moon

Dalam Merriam-Webster Dictionary dijelaskan bahwa sore loser adalah sebutan bagi individu atau tim yang tidak mampu menerima kegagalan secara dewasa dan bermartabat.

Karakteristik utamanya meliputi tindakan melampiaskan amarah, menyalahkan pihak lain, hingga enggan menunjukkan rasa hormat kepada lawan yang menang.

 

Penyebab terjadinya sore loser

Pemain Argentina melakukan penyerangan terhadap pemain Spanyol usai kalah di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • REUTERS/Mike Segar

Melansir laman Therapytips.org, ada beberapa penyebab yang akhirnya membuat seseorang bersikap sore loser. Berikut beberapa di antaranya:

  • Ego dan ancaman terhadap harga diri: Seseorang mengaitkan hasil pertandingan secara langsung dengan harga diri dan identitas pribadinya, sehingga kekalahan dirasakan sebagai ancaman mendasar terhadap reputasi dirinya.

  • Toleransi frustrasi yang rendah: Ketidakmampuan dalam mengelola kekecewaan dan rasa tidak terima membuat emosi negatif dengan cepat meluap menjadi aksi agresif atau defensif.

  • Ekspektasi berlebihan dan eksklusivitas: Keyakinan berlebih bahwa mereka seharusnya selalu keluar sebagai pemenang membuat kegagalan terasa sulit untuk diterima.

 

Pengaruh sikap sore loser

Kapten Argentina, Lionel Messi bersama Nicolas Otamendi dan Rodrigo De Paul
Sumber :
  • REUTERS/Evan Vucci

Dari penjelasan mengenai penyebab terjadinya sikap sore loser dalam diri seseorang, dapat disimpulkan bahwa hal itu dampak memberikan dampak atau pengaruh tersendiri.

Pertama, sore loser dapat merusak reputasi seseorang. Sikap buruk saat kalah akan menghancurkan citra profesional yang telah dibangun.

Kedua, terhambatnya perkembangan diri. Seseorang akan gagal mengambil pelajaran berharga dari kesalahan karena menolak mengakui kelemahan.

Ketiga, kehilangan rasa hormat, dimana perilaku tidak sportif berpotensi menciptakan isolasi sosial dan menurunkan tingkat kepercayaan publik.

 

Pada akhirnya, kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi. Sikap Argentina di partai puncak ini menjadi pengingat bahwa kebesaran sebuah tim tidak hanya diuji saat mengangkat trofi, melainkan juga lewat kebesaran hati dalam menghargai kemenangan lawan. (ism)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral