- dok ilustrasi laman resmi rsud jombang
Mengenal Sakit Pneumonia yang Meningkat di Jombang Picu Kematian, Waspada Gejala Awalnya
Jakarta, tvonnews.com- Penyakit pneumonia di Indonesia tengah meningkat di daerah Jombang.Ini terjadi, seiring dengan cuaca yang kini cenderung panas karena memasuki musim kemarau.
Sakit yang mungkin jarang dipahami masyarakat awam ini. Umum dipahami sebagai sakit berkaitan dengan infeksi saluran pernafasan saja, ternyata bukan.
Kabar meningkatnya sakit pneumonia ini, berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Kini mencatat ratusan warga, yang menjalani perawatan akibat pneumonia selama musim kemarau tahun ini.
- tvOne - rohmadi
Dari penyakit pneumonia ini disampaikan juga, ada puluhan pasien dilaporkan meninggal dunia karena kondisi sudah parah, dengan disertai penyakit penyerta atau komorbid.
“Memang di musim kemarau ini kasus ISPA yang kemudian kami diagnosis sebagai pneumonia cukup tinggi,” ujar Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, Rabu (22/7/2026).
Bukan tanpa sebab, kasuspneumonia ini meningkat terjadi seiring tingginya angka infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu cuaca panas dan kualitas udara yang menurun akibat debu.
Sehubungan dengan ini, data jumlah pasien pneumonia yang dirawat setiap bulan mencapai sekitar 80 orang. Jika di awal musim kemarau hingga saat ini, RSUD Jombang telah menangani 617 pasien pneumonia. Dari jumlah tersebut, 52 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Ternyata kasus pneumonia meningkat di Jombang juga pernah terjadi di tahun 2025. Menurut datanya, pneumonia anak tercatat 45 pasien pada Januari, 60 pasien di Februari, 54 pasien pada Maret, 33 pasien pada April, 60 pasien di Mei, 60 pasien pada Juni, 39 pasien di Juli, 36 pasien pada Agustus, dan 48 pasien sepanjang September.
Dengan ini setiap orang tua, maupun orang dewasa harus mewaspadai penyakit pneumonia ini. Sebab termasuk penyakit musiman, dan mudah menular.
Gejala Pneumonia yang Perlu Diwaspadai
Dalam laman resmi RSUD Jombang, disampaikan kalau orang tua tidak menyepelekan sakit. Menurut dokter, kesadaran orang tua dalam mengenali gejala awal pneumonia sangat penting.
“Demam tinggi, batuk tak kunjung sembuh, dan sesak napas harus segera direspons dengan membawa anak ke fasilitas kesehatan. Pneumonia berbahaya jika penanganan terlambat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk sembuh,” imbuh dr. Pudji Umbaran.