- dok.tvOnenews.com/Grafis-Wildan
Simak 4 Cara Mendiagnosis Pneumonia, Sebanyak 617 Kasus Ditemukan di Jombang
Jakarta, tvonenews.com- Penyakit pneumonia secara umum dipahami sebagai sakit paru-paru basah. Kondisi peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru.
Peradangan ini mengakibatkan alveolus (kantong udara) terisi oleh cairan, sehingga paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik.
Saat ini, penyakit pneumonia sedang merebak di Jombang, Jawa Tengah. Kabar ini disampaikan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Dengan begitu, kita perlu mewaspadai penyakit pneumonia. Terutama bagi warga Jawa Tengah, khususnya daerah Jombang, ada cara mengetahui seseorang sakit atau tudak loh.
- dok ilustrasi laman resmi rsud jombang
Berdasarkan informasi yang disampaikan ada puluhan pasien pneumonia dilaporkan meninggal dunia karena kondisi sudah parah, dengan disertai penyakit penyerta atau komorbid.
“Memang di musim kemarau ini kasus ISPA yang kemudian kami diagnosis sebagai pneumonia cukup tinggi,” ujar Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, Rabu (22/7/2026).
Perlu diketahui, kasus pneumonia meningkat, karena seiring tingginya angka infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu cuaca panas dan kualitas udara yang menurun akibat debu.
Melihat jumlah pasien pneumonia yang dirawat, disampaikan setiap bulan mencapai sekitar 80 orang. Jika di awal musim kemarau hingga saat ini, RSUD Jombang telah menangani 617 pasien pneumonia, dari jumlah tersebut, 52 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui, kasus pneumonia meningkat di Jombang, pernah terjadi di tahun 2025. Menurut datanya, pneumonia anak tercatat 45 pasien pada Januari, 60 pasien di Februari, 54 pasien pada Maret, 33 pasien pada April, 60 pasien di Mei, 60 pasien pada Juni, 39 pasien di Juli, 36 pasien pada Agustus, dan 48 pasien sepanjang September.
- dok.tvOnenews.com/Grafis-Wildan
Dengan ini setiap orang tua, maupun orang dewasa harus mewaspadai penyakit pneumonia ini. Sebab termasuk penyakit musiman, dan mudah menular.
Berikut 4 cara mendiagnosis pneumonia, dirangkum dari berbagai sumber, salah satunya dari Dinas Kesehatan Kalimantan Barat.
Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap organ paru, mendengarkan apakah ada suara yang tidak normal saat pasien bernapas.
Beberapa pemeriksaan tambahan yang mungkin dibutuhkan meliputi,di antaranya:
1. Rontgen Dada
Pertama ada, pemeriksaan ini membantu dokter untuk mendeteksi pneumonia dan menentukan lokasi serta penyebab infeksi.
2. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah, dilakukan untuk melihat adanya infeksi yang ditandai dengan peningkatan sel darah putih.
3. Pemeriksaan Denyut Nadi
Pemeriksaan denyut nadi, ini digunakan untuk melihat seberapa banyak kadar oksigen yang beredar dalam tubuh, dan bisa digunakan untuk menentukan separah apa pengaruh pneumonia terhadap pertukaran udara di sistem pernapasan.
4. Tes Dahak
Terakhir ada tes dahak, guna dianalisis untuk melihat kuman yang menyebabkan infeksi pada paru.
Merangkum dari laman resmi RSUD Jombang, disampaikan kalau orang tua tidak menyepelekan sakit. Menurut dokter, kesadaran orang tua dalam mengenali gejala awal pneumonia sangat penting.
“Demam tinggi, batuk tak kunjung sembuh, dan sesak napas harus segera direspons dengan membawa anak ke fasilitas kesehatan. Pneumonia berbahaya jika penanganan terlambat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk sembuh,” pesan dr. Pudji Umbaran.(klw).