news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Teknologi 3D CBCT Bikin Diagnosis Gigi Lebih Presisi, Simak Wajah Klinik Gigi di Indonesia Terkini.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Teknologi 3D CBCT Bikin Diagnosis Gigi Lebih Presisi, Simak Wajah Klinik Gigi di Indonesia Terkini

Teknologi 3D CBCT menghadirkan visualisasi gigi dan rahang secara tiga dimensi. Kenali manfaatnya untuk diagnosis, implan, ortodonti, hingga operasi
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:19 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perkembangan teknologi kesehatan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mengubah cara dokter menangani penyakit, tetapi juga bagaimana proses diagnosis dilakukan. 

Pemeriksaan yang dahulu membutuhkan sejumlah tahapan kini semakin diarahkan menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan mampu memberikan gambaran kondisi pasien secara lebih menyeluruh. Perubahan ini juga terasa di dunia kedokteran gigi, terutama melalui pemanfaatan teknologi pencitraan digital.

Di tengah kebutuhan terhadap diagnosis yang semakin presisi, teknologi radiologi menjadi salah satu bagian penting dalam praktik kedokteran gigi modern. 

Dokter tidak cukup hanya melihat kondisi gigi dari permukaan, sebab sejumlah persoalan dapat berada di bawah gusi, tulang rahang, atau berdekatan dengan struktur saraf. Karena itu, kemampuan untuk melihat anatomi secara lebih detail dapat membantu dokter memahami kondisi pasien sebelum menentukan tindakan.

Salah satu teknologi yang berkembang dalam bidang tersebut adalah 3D CBCT (Cone Beam Computed Tomography). 

Berbeda dari gambaran radiografi dua dimensi, CBCT mampu menghasilkan visualisasi tiga dimensi struktur gigi, tulang rahang, saraf, serta jaringan di sekitarnya. 

Teknologi ini dapat membantu dokter memperoleh informasi anatomi yang lebih komprehensif sebagai bagian dari proses diagnosis dan penyusunan rencana perawatan.

Melihat Struktur Gigi dan Rahang dalam Tiga Dimensi

CBCT bekerja dengan menghasilkan data pencitraan tiga dimensi dari area yang diperiksa. Bagi dokter gigi, informasi semacam ini dapat menjadi pertimbangan penting ketika kondisi pasien membutuhkan pemetaan anatomi yang lebih detail.

Dalam praktiknya, pencitraan tiga dimensi dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, antara lain perawatan ortodonti, pemasangan implan, operasi gigi bungsu, perawatan saluran akar, hingga analisis temporomandibular joint (TMJ) atau sendi rahang.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan teknologi ini adalah kecepatan pemrosesan hasil radiologi. Dalam layanan yang menggunakan sistem tersebut, hasil pemeriksaan disebut dapat tersedia dalam waktu kurang dari 10 menit. 

Kondisi ini memungkinkan pemeriksaan radiologi dilakukan dalam rangkaian kunjungan yang sama dengan konsultasi dan tindakan, apabila secara klinis memang memungkinkan.

Namun, keberadaan teknologi pencitraan tidak berarti setiap pasien harus menjalani CBCT. Penggunaan pemeriksaan radiologi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan medis dan pertimbangan dokter. 

Pencitraan tiga dimensi terutama bermanfaat ketika informasi tambahan mengenai struktur anatomi diperlukan untuk membantu diagnosis atau perencanaan tindakan.

Dari Diagnosis hingga Perencanaan Perawatan

Perkembangan teknologi radiologi pada akhirnya bukan sekadar persoalan menghasilkan gambar yang lebih detail. Informasi dari pencitraan dapat membantu dokter memahami hubungan antara struktur gigi, tulang, dan jaringan di sekitarnya sebelum melakukan tindakan.

Pada kasus implan, misalnya, gambaran tiga dimensi dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi tulang serta posisi struktur anatomi yang perlu diperhatikan. 

Pada gigi bungsu, pencitraan juga dapat memberikan informasi mengenai posisi gigi dan kedekatannya dengan struktur penting seperti saraf.

Hal serupa berlaku dalam perawatan saluran akar dan ortodonti. Detail anatomi yang lebih lengkap dapat menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum dokter menentukan pendekatan perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Konsep pemeriksaan yang terintegrasi juga dapat memangkas kebutuhan pasien untuk berpindah fasilitas dalam kondisi tertentu. Konsultasi, pemeriksaan radiologi, dan tahapan perawatan dapat dilakukan dalam satu rangkaian kunjungan apabila fasilitas, kondisi pasien, serta keputusan klinis memungkinkan.

Dengan demikian, teknologi radiologi digital dapat dipahami bukan sebagai pengganti keahlian dokter, melainkan sebagai alat pendukung untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum keputusan medis dibuat.

Babak Baru Layanan Kedokteran Gigi

Perkembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari perjalanan OMDC Group yang memasuki usia ke-13 dengan tema “New Chapter: Beyond Boundaries”. Perusahaan yang bermula dari satu poli di Mampang, Jakarta Selatan, itu kemudian mengembangkan berbagai konsep klinik, termasuk konsep Japanese-inspired, beauty salon, fashion boutique, kafe, hingga premiere movie theatre.

Pada April 2025, diperkenalkan konsep First Class Dental Luxury di Margonda yang mengadaptasi pengalaman perjalanan first class dalam layanan klinik. Sementara itu, pada akhir 2025, konsep Sport hadir di Ampera, Jakarta Selatan, dengan pendekatan bertema olahraga dan pengalaman padel.

Pada momentum ulang tahun ke-13, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari perayaan. Program Peduli menyediakan layanan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi, pemeriksaan kesehatan umum, hingga khitanan di Mampang, Jakarta Selatan, dan Yogyakarta. Selain itu, sebanyak 1.300 paket sembako dibagikan melalui 13 cabang sebagai simbol perjalanan 13 tahun dan 13 cabang.

Inovasi tidak semata-mata berkaitan dengan menghadirkan konsep baru, tetapi harus berjalan bersama peningkatan kualitas layanan.

“Sejak awal, kami ingin tidak hanya dikenal karena konsepnya yang berbeda, tetapi juga karena kualitas layanan yang kami berikan. Karena itu, inovasi bagi kami selalu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas. Mulai dari kompetensi dokter, teknologi yang kami gunakan, hingga standar pelayanan kepada pasien,” ujar drg. Oktri Manessa, Founder OMDC Group dalam keterangan resminya di Jakarta.

“Bagi kami, apa yang sudah dicapai selama 13 tahun bukanlah titik akhir. Justru ini menjadi fondasi untuk berani membangun sesuatu yang lebih besar. Semangatnya tetap sama: terus berinovasi, terus menantang batas, dan terus menciptakan sesuatu yang memberikan pengalaman serta manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi seperti 3D CBCT menunjukkan bahwa masa depan kedokteran gigi tidak hanya bergantung pada kecanggihan peralatan, tetapi juga pada bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk mendukung keputusan klinis yang tepat. 

Pencitraan tiga dimensi memberi dokter informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi gigi, rahang, dan struktur di sekitarnya, sementara pasien berpotensi memperoleh proses pemeriksaan yang lebih praktis dan terintegrasi. 

Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat sekaligus akurat, perpaduan antara kompetensi tenaga medis, teknologi pencitraan, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk praktik kedokteran gigi yang semakin modern. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral