news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (“Kimia Farma”) terus memperkuat penetrasi dan edukasi publik terkait keamanan terapi sel punca (stem cell)..
Sumber :
  • Antara

Rangkaian Ajang Internasional Tahunan ACTO-ASPI, RSCM Gelar Talkshow Dorong Edukasi Stem Cell

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (“Kimia Farma”) terus memperkuat penetrasi dan edukasi publik terkait keamanan terapi sel punca (stem cell).
Senin, 31 Agustus 2026 - 10:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (“Kimia Farma”) terus memperkuat penetrasi dan edukasi publik terkait keamanan terapi sel punca (stem cell). Upaya itu menjadi bagian dari dukungan Kimia Farma dalam mengakselerasi pengembangan bisnis regenerative medicine di Indonesia.  

Hal itu menjadi bahasan Kimia Farma pada Talk Show Awam “Update Terapi Sel Punca & Turunannya di Indonesia” sebagai rangkaian ajang internasional tahunan Asian Cellular Therapy Organization & Asosiasi Sel Punca Indonesia (ACTO-ASPI) Annual Meeting 2026 pada Sabtu (29/8) di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana. 

ACTO-ASPI Annual Meeting 2026 mempertemukan peneliti, dokter, regulator, akademisi dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ilmiah, penerapan klinis, hingga regulasi terapi berbasis sel. Kimia Farma menggunakan media Talk Show Awam untuk menyampaikan perkembangan ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami, termasuk memperkenalkan StemXera sebagai portofolio produk yang berbasis riset dan teknologi tinggi. 

StemXera adalah merek produk sel punca dan sekretom hasil pengembangan Kimia Farma bersama RSCM sejak 2013. Resmi meluncur pada April 2026, StemXera adalah solusi terapi regeneratif alternatif yang inovatif, khususnya untuk penanganan kondisi degeneratif dan kebutuhan terapi lanjutan di bidang medis. Sebagai produk fasilitas laboratorium stem cell RSCM, StemXera telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena memiliki kualitas tinggi dengan standar mutu dan keamanan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.  

Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, menjelaskan bahwa saat ini tantangan utama komersialisasi regenerative medicine adalah memastikan pemahaman publik sejalan dengan masifnya perkembangan inovasi medis. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang regenerative medicine membuka peluang baru dalam dunia kesehatan, namun perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai kepada masyarakat. 

"Fokus jangka pendek kami tidak sebatas memperkenalkan StemXera ke publik, melainkan memperluas jaringan fasilitas kesehatan yang mampu menyediakan layanan terapi ini dengan standar keamanan tinggi. Untuk jangka menengah dan panjang, kami mendorong multicenter study agar pemanfaatan klinis StemXera kedepannya semakin luas, proporsional, dan ditopang bukti medis (clinical evidence) yang solid," ujar Hanadi, Sabtu (29/8). 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral