- Antara
Rangkaian Ajang Internasional Tahunan ACTO-ASPI, RSCM Gelar Talkshow Dorong Edukasi Stem Cell
Terapi Stem Cell Atasi Masalah Kesehatan dari Pengapuran Sendi hingga Estetika Regenerative medicine atau kedokteran regeneratif merupakan pendekatan medis tingkat lanjut yang memanfaatkan kemampuan sel dan komponen biologis tubuh untuk memperbaiki, meregenerasi, atau memulihkan jaringan yang mengalami kerusakan. Salah satu teknologi yang berkembang dalam bidang ini adalah pemanfaatan sel punca dan turunannya, termasuk secretome.
Secara konkret, terapi berbasis sel punca ini diperuntukkan bagi beragam masalah kesehatan. Dalam bidang ortopedi untuk menangani kondisi degeneratif sendi, seperti pengapuran sendi (osteoarthritis). Dalam bidang neurologi, untuk penelitian dan pengembangan terapi regeneratif untuk kondisi neurologis tertentu, termasuk stroke.
Terapi ini juga bisa dimanfaatkan dalam bidang dermatologi dan estetika untuk mengatasi masalah kerontokan rambut (hair loss), peremajaan kulit (skin rejuvenation), hingga penanganan kondisi hiperpigmentasi seperti melasma. Menurut Hanadi, dalam pengembangan produk bioteknologi seperti StemXera, tantangannya bukan hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga membangun pemahaman dan kepercayaan terhadap teknologi tersebut.
“Kemajuan terapi regeneratif tidak cukup hanya didorong oleh perkembangan teknologi. Masyarakat juga perlu memperoleh informasi yang tepat mengenai potensi manfaat, bukti ilmiah, keamanan, serta penggunaannya. Bagi Kimia Farma, inovasi harus berjalan beriringan dengan edukasi dan perluasan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, aman, serta bertanggung jawab”, ujar Hanadi.
Oleh karena itu, Kimia Farma memandang penting adanya kolaborasi antara institusi pelayanan kesehatan, akademisi, peneliti, regulator, tenaga medis, dan industri untuk memastikan inovasi ilmiah dapat diterjemahkan menjadi manfaat klinis secara tepat. Dengan kolaborasi bersama RSCM dan berbagai institusi kesehatan lainnya, menurut Hanadi, Kimia Farma ingin berkontribusi membangun ekosistem regenerative medicine Indonesia yang mampu menghubungkan riset, teknologi, kemampuan produksi, tenaga medis, dan pelayanan kepada pasien.
“Kami percaya kolaborasi menjadi kunci agar inovasi kesehatan dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tutup Hanadi.(chm)