news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi 5 Alasan Self-Care Tak Lagi Sekadar Skincare, Mengapa Pengalaman Bersama Komunitas Makin Diminati?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

5 Alasan Self-Care Tak Lagi Sekadar Skincare, Mengapa Pengalaman Bersama Komunitas Makin Diminati? 

Self-care kini berkembang dari penggunaan produk skincare menjadi pengalaman yang mencakup kesehatan, kepercayaan diri, aktivitas sosial, dan interaksi
Selasa, 1 September 2026 - 23:40 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Merawat diri selama ini sering dikaitkan dengan rutinitas sederhana, mulai dari menggunakan produk perawatan kulit, menjaga kebersihan tubuh, hingga meluangkan waktu untuk beristirahat. 

Namun, dalam perkembangannya, konsep self-care semakin luas dan tidak lagi berhenti pada apa yang digunakan seseorang untuk merawat tubuh.

Self-care juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menjaga kondisi fisik dan mental, membangun rasa percaya diri, mengelola stres, serta menciptakan ruang untuk melakukan aktivitas yang memberikan dampak positif. 

Karena itu, aktivitas sosial dan komunitas mulai menjadi bagian dari pengalaman perawatan diri. Perubahan tersebut turut memengaruhi cara industri kecantikan berinteraksi dengan konsumen. 

Jika sebelumnya hubungan banyak berlangsung melalui iklan, media sosial, marketplace, dan live commerce, kini pertemuan secara langsung menjadi salah satu cara untuk menciptakan pengalaman yang lebih dekat.

Lalu, mengapa aktivitas komunitas semakin relevan dengan perkembangan konsep self-care? Berikut sejumlah alasannya.

1. Self-care bukan hanya soal penampilan

Perawatan diri memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar menjaga penampilan. Rutinitas seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, menjaga kebersihan tubuh, mengelola stres, hingga menyediakan waktu untuk bersosialisasi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan diri.

World Health Organization (WHO) sendiri menempatkan kesehatan sebagai kondisi yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit.

Dalam konteks tersebut, aktivitas komunitas dapat menjadi salah satu ruang yang membantu seseorang memperoleh pengalaman sosial sekaligus melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Interaksi dengan orang lain juga dapat memberikan rasa terhubung dan mengurangi kecenderungan seseorang menjalani rutinitas seorang diri.

2. Pertemuan langsung memberikan pengalaman berbeda

Perkembangan teknologi membuat konsumen semakin mudah berinteraksi dengan sebuah komoditas tanpa harus datang ke toko. Informasi dapat diperoleh melalui konten media sosial, sementara transaksi berlangsung melalui marketplace atau social commerce.

Namun, interaksi digital memiliki keterbatasan. Konsumen tidak selalu dapat merasakan suasana, berkomunikasi secara langsung, atau bertukar pengalaman dengan orang lain yang memiliki ketertarikan serupa.

Aktivitas offline menawarkan pengalaman berbeda. Konsumen dapat mencoba kegiatan tertentu, berdiskusi, bertemu komunitas, sekaligus memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan hanya dengan melihat konten di layar.

Model interaksi seperti ini membuat hubungan antara konsumen dan sebuah merek tidak hanya didasarkan pada transaksi.

3. Komunitas dapat membangun rasa percaya diri

Aktivitas bersama juga dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk mengeksplorasi minat dan kemampuannya.

Misalnya, kegiatan membuat aroma pribadi, kelas olahraga, lokakarya kreatif, diskusi kesehatan, atau aktivitas sosial. Peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut terlibat dalam proses.

Pengalaman tersebut dapat membantu membangun kepercayaan diri karena peserta memperoleh kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru dan berinteraksi dengan lingkungan yang memiliki ketertarikan serupa.

Dengan demikian, self-care dapat berkembang menjadi pengalaman yang bersifat personal sekaligus sosial.

4. Komunitas membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman

Salah satu manfaat lain dari aktivitas komunitas adalah munculnya percakapan langsung.

Konsumen dapat berbagi pengalaman, menyampaikan kebutuhan, maupun memberikan masukan berdasarkan apa yang mereka rasakan. Bagi perusahaan, percakapan semacam ini juga dapat menjadi sumber informasi untuk memahami konsumennya.

Namun, hubungan komunitas idealnya tidak berhenti ketika acara selesai. Interaksi dapat dilanjutkan melalui kanal digital, agenda komunitas, maupun kegiatan berikutnya.

Dengan pola tersebut, ruang offline dan digital dapat saling melengkapi. Digital digunakan untuk menjaga komunikasi, sementara pertemuan langsung memperkuat hubungan antaranggota.

5. Tren ini mulai diterapkan industri kecantikan

Perubahan cara konsumen memaknai self-care kemudian mendorong sejumlah brand kecantikan mengembangkan aktivitas berbasis komunitas. Salah satu contohnya adalah Beautyinu Castle dengan aktivitas Scent Lab, yang digelar pada Minggu, (17/05/26, sebagai wadah komunitas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti aktivitas membuat personal scent sekaligus berinteraksi dengan peserta lainnya. Kegiatan ini sebelumnya berkembang melalui ekosistem perdagangan sosial kemudian memperluas interaksi dengan konsumen melalui kegiatan offline. 

Pendekatan tersebut menempatkan barang bukan sebagai satu-satunya pusat pengalaman. Aktivitas, interaksi, dan komunitas justru menjadi bagian dari pengalaman konsumen.

“Kami ingin konsumen merasa bahwa mereka bukan hanya datang, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan merek ini. Ketika ada ruang untuk bertemu, ngobrol, bergerak, dan menikmati kegiatan bersama, hubungan yang terbentuk terasa jauh lebih dekat,” ujar Rahar, Creative Team Beautyinu.

“Kadang wawasan terbaik justru datang dari percakapan sederhana saat acara. Kami bisa mendengar langsung pengalaman mereka, apa yang paling sering digunakan, hal apa yang mereka suka, bahkan aktivitas seperti apa yang ingin mereka ikuti selanjutnya,” tambahnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan self-care tidak hanya berkaitan dengan semakin banyaknya produk perawatan yang tersedia. Pengalaman, kesehatan, interaksi sosial, dan rasa percaya diri mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara orang memaknai perawatan diri.

Ke depan, perpaduan aktivitas digital dan tatap muka kemungkinan akan semakin penting. Teknologi tetap menjadi sarana untuk menjangkau banyak orang, sementara komunitas memberikan ruang untuk membangun hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral