Kebiasaan Makan 3 Kali Sehari? dr Zaidul Akbar Ingatkan Bahaya di Balik Pola Makan Berlebihan
- unsplash.com/Haryo Setyadi
tvOnenews.com - Makan tiga kali sehari kerap dianggap sebagai aturan baku dalam pola konsumsi harian.
Meski demikian, tak sedikit masyarakat yang memilih makan lebih sering atau justru mengurangi frekuensinya di bawah jumlah tersebut.
Kondisi ini memicu pertanyaan, apakah skema makan tiga kali sehari memang merupakan opsi paling ideal menurut pakar kesehatan, ataukah ada frekuensi lain yang lebih dianjurkan?
Menjawab persoalan tersebut, dokter sekaligus praktisi kesehatan dr. Zaidul Akbar memberikan penjelasannya.
Melalui tayangan di saluran YouTube dr. Zaidul Akbar Official, ia memaparkan bahwa kebutuhan serta frekuensi makan pada dasarnya bersifat personal dan berbeda bagi setiap individu.
Bahkan dalam sehari, seseorang bisa saja mengonsumsi makanan hingga lima kali apabila porsi utama dihitung bersamaan dengan kudapan atau camilan harian.
"Makan pagi, ada snack, makan siang, snack sore, makan malam, 5 kali," ujar dr Zaidul Akbar.
- Tangkapan layar Youtube dr Zaidul Akbar Official
Secara umum, masyarakat terbiasa mengadopsi pola makan tiga kali sehari.Â
Namun, dr. Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa batasan frekuensi makan harian tersebut sejatinya tidak memiliki aturan yang mengikat secara mutlak.
"Sampai detik ini saya tidak tahu, yang saya ketahui, dalam Islam pun tidak ada ceritanya yang namanya makan itu ada numerasinya," tegas dr Zaidul Akbar.
"Tiga kali, enggak ada," lanjutnya.
Lantas, berapakah frekuensi waktu makan yang sebenarnya paling dianjurkan dalam sehari?
"Jadi kapan makan, ya kalau perlu makan ya makan, enggak perlu makan enggak usah makan, itu kaidah sederhananya," jelas dr Zaidul Akbar.
Terkait hal itu, dr. Zaidul Akbar mengingatkan bahwa sebagian besar penyakit yang marak dijumpai saat ini bermula dari kebiasaan mengonsumsi makanan secara berlebihan.
"Berarti kalau penyakit yang merajalela sekarang ini, itu penyebabnya apa, penyebabnya karena kebanyakan makan," ungkap dr Zaidul Akbar.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi makanan secukupnya sesuai kebutuhan tubuh dan menghindari porsi berlebih.
(kmr)
Load more