- Tim tvOne/Wawan Sugiarto
Jangan Langsung Disapu! Begini Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Rumah
Lebih lanjut, kehadiran abu vulkanik memang sangat mengganggu saat masuk ke rumah. Biasanya penghuni akan memilih abu-abu tersebut langsung disapu.
Kata dokter Kevin Mak, langkah tersebut justru bisa memperburuk keadaan karena bisa menghirup abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit paru kronis.
"Kalau kamu langsung sapu dari tanah ataupun dari permukaan, itu bakalan bertebaran dan gampang banget masuk ke paru-paru," lanjutnya.
Selain berdampak ke paru-paru, ia menegaskan bahwa, abu vulkanik yang disapu atau dilap secara sembarangan juga bisa memicu permukaan atau lantai rumah rusak.
"Belum lagi kalau dia nempel di permukaan atau di kulit, kamu langsung lap kering seperti biasa itu bisa baret di permukaan dan juga lecet di permukaan kulit," jelasnya.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik
1. Basahkan dan siram permukaan yang terkena abu dengan air. Tujuannya untuk menghindari abu beterbangan.
2. Menggunakan kain pel untuk membersihkan area terdampak abu vulkanik yang sudah dibasahi sebelumnya. Fungsinya mengurangi risiko masuk ke dalam paru-paru dan baret di permukaan.
3. Mengonsumsi vitamin agar menjaga imunitas tubuh, bisa vitamin C, vitamin D, zinc, atau glutathione yang dapat mengurangi risiko saat terpapar abu vulkanik.
"Enggak amit-amit abunya masuk ke dalam paru-paru," tambahnya.
Cara Mencegah Terpapar Abu Vulkanik
Lebih lanjut, dokter Kevin Mak juga berbagi tips pencegahan agar tidak dilakukan secara sembarangan, terkhusus saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Berikut cara terbaiknya:
1 Memilih Masker yang Cocok
Masyarakat disarankan mengguakan masker yang tepat. Setidaknya masker yang dipakai mempunyai kemampuan filtrasi lebih baik saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masker yang disarankan berjenis kain filtrasinya kurang lebih 44 persen, surgical sekitar 89-91 persen, respirator N95-equivalent lebih dari 98 persen.
2. Mengurangi Kegiatan Outdoor
Sejumlah gunung di Indonesia termasuk Anak Krakatau sempat erupsi bersamaan pada Minggu, 6 September 2026. Rentetan aktivitas vulkanik tentu beterbangan ke berbagai wilayah
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan atau rumah. Setidaknya hal tersebut dapat berlangsung saat ada keperluan mendesak.