news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi 3 Teknologi AI yang Diam-Diam Mengubah Dunia Rumah Sakit, Ada yang Bisa Analisis Retina.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

3 Teknologi AI yang Diam-Diam Mengubah Dunia Rumah Sakit, Ada yang Bisa Analisis Retina

Teknologi AI semakin digunakan dalam layanan kesehatan, mulai dari analisis retina hingga operasi robotik. Bayangkan pemeriksaan kesehatan tidak lagi
Minggu, 4 Oktober 2026 - 00:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bayangkan pemeriksaan kesehatan tidak lagi hanya bergantung pada mata dokter dan hasil laboratorium. Sebuah kamera dapat mengambil gambar retina, kemudian sistem kecerdasan buatan menganalisisnya untuk mencari pola yang berkaitan dengan risiko penyakit tertentu.

Perubahan lain juga terjadi di ruang operasi. Teknologi robotik kini dapat membantu dokter melakukan prosedur dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. Bahkan perangkat di ruang perawatan mulai dirancang untuk menerima perintah suara sehingga tenaga kesehatan tidak selalu harus mengoperasikannya secara manual.

Perkembangan seperti ini semakin terlihat di industri kesehatan Indonesia. Sejumlah teknologi tersebut akan diperkenalkan dalam Indonesia International Hospital Expo ke-38 yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. 

Pameran ini memperlihatkan bagaimana AI mulai bergerak dari sekadar teknologi eksperimental menuju perangkat yang digunakan untuk mendukung proses pelayanan kesehatan.

1. AI Mulai Membaca Informasi dari Retina

Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah AI-Based Cardiovascular Risk Assessment yang memanfaatkan pendekatan oculomics.

Secara sederhana, teknologi ini menggunakan foto retina sebagai sumber informasi yang kemudian dianalisis oleh sistem AI. Tujuannya adalah membantu melakukan penilaian terhadap risiko penyakit kardiovaskular.

Retina memiliki jaringan pembuluh darah yang dapat memberikan berbagai informasi mengenai kondisi tubuh. Dengan bantuan analisis citra berbasis komputer, karakteristik tertentu pada retina dapat dipelajari untuk menemukan pola yang berhubungan dengan kondisi kesehatan.

Keunggulan pendekatan ini adalah prosesnya bersifat noninvasif dan tidak membutuhkan paparan radiasi. Namun, hasil analisis AI tetap perlu dipahami sebagai informasi pendukung, bukan pengganti pemeriksaan dan pertimbangan klinis dokter.

Penggunaan AI untuk menganalisis gambar medis sebenarnya sudah berkembang di sejumlah negara.

Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) mencatat lebih dari 1.600 perangkat medis yang menggunakan AI telah mendapatkan izin pemasaran hingga September 2026. Teknologi tersebut digunakan dalam berbagai kebutuhan, termasuk pencitraan medis, analisis retina, hingga sistem yang membantu mendukung penilaian risiko penyakit.

Artinya, kemampuan komputer untuk membaca dan menganalisis gambar medis bukan lagi sekadar konsep futuristis. Teknologi tersebut sudah menjadi bagian dari perkembangan perangkat medis modern.

2. Robot Tidak Menggantikan Dokter, tetapi Membantu Operasi

AI juga mulai masuk ke ruang operasi melalui sistem navigasi dan robotik.

Dalam Hospital Expo 2026, salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Robotic-Assisted Arthroplasty System. Perangkat ini dirancang untuk membantu prosedur penggantian sendi lutut, baik total maupun sebagian.

Sistem tersebut menggunakan navigasi robotik untuk membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Penting untuk membedakan antara operasi robotik dan anggapan bahwa robot menggantikan dokter. Dalam penerapan teknologi medis, sistem robotik berfungsi sebagai perangkat pendukung. Dokter tetap menjadi pihak yang menentukan tindakan berdasarkan kondisi pasien.

Model penggunaan seperti ini juga terlihat dalam perkembangan teknologi kesehatan di negara maju.

Di Inggris, misalnya, NHS telah menggunakan berbagai sistem AI untuk membantu proses diagnosis dan penanganan pasien. Salah satunya adalah teknologi pemindaian jantung berbasis AI yang dapat menghasilkan model tiga dimensi jantung untuk membantu dokter dalam menilai kondisi pasien.

NHS England melaporkan bahwa teknologi tersebut membantu mengurangi kebutuhan terhadap prosedur angiogram invasif pada kelompok pasien tertentu dan telah digunakan untuk membantu lebih dari 24.000 pasien sejak 2021.

Teknologi AI juga digunakan untuk membantu penanganan stroke. Sistem analisis pencitraan dapat membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi pasien yang berpotensi membutuhkan tindakan tertentu secara lebih cepat.

Dari sini terlihat bahwa nilai utama AI dalam layanan kesehatan bukan hanya kemampuan menghitung atau menghasilkan data, tetapi juga kecepatan dalam mengolah informasi yang dibutuhkan tenaga medis.

3. AI Tidak Hanya Berada di Ruang Operasi

Melansir dari berbagai sumber, penggunaan kecerdasan buatan ternyata tidak berhenti pada diagnosis dan tindakan medis.

Dalam pameran yang sama, terdapat dental chair yang dapat dioperasikan menggunakan perintah suara. Teknologi tersebut menunjukkan bagaimana AI juga dapat diterapkan pada aktivitas operasional di fasilitas kesehatan.

Jika dikembangkan lebih jauh, teknologi berbasis suara dapat membantu menciptakan alur kerja yang lebih praktis bagi tenaga medis. Namun, manfaat sebenarnya tetap bergantung pada desain perangkat, tingkat akurasi sistem, keamanan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna.

Persoalan tersebut menjadi penting karena rumah sakit memiliki lingkungan kerja yang kompleks. Perangkat medis tidak hanya harus berfungsi secara teknis, tetapi juga harus aman digunakan dalam kondisi nyata.

Data pasien juga menjadi tantangan tersendiri. AI membutuhkan data untuk belajar dan menghasilkan analisis. Pada saat yang sama, data kesehatan termasuk informasi yang harus dikelola secara hati-hati.

Karena itu, semakin banyaknya AI di rumah sakit juga berarti semakin besar kebutuhan terhadap keamanan data, validasi teknologi, interoperabilitas sistem, serta tenaga kesehatan yang memahami cara menggunakan perangkat tersebut. Yudha selaku penyelenggara Hospital Expo 2026, mengatakan pameran tersebut akan menghadirkan berbagai perangkat kesehatan dengan teknologi terbaru.

“Berbagai alat kesehatan dengan teknologi terkini, termasuk yang mengimplementasikan AI, akan dipamerkan dalam Hospital Expo ke-38, pameran yang berfokus pada berbagai produk industri alat kesehatan dan kebutuhan rumah sakit. Hingga saat ini kami bertahan sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, pameran diikuti lebih dari 600 perusahaan dan institusi yang menempati Hall 5–10 dengan total luas area pameran mencapai 36.910 m²,” kata Yudha Imam Sutedja, Marketing & Finance Director PT Okta Sejahtera Insani.

Peserta pameran berasal dari Indonesia maupun sejumlah negara lain, termasuk China, Korea Selatan, Taiwan, Kanada, Malaysia, India, Thailand, Pakistan, dan Singapura.

Selain perangkat AI, pengunjung juga dapat menemukan berbagai teknologi dan kebutuhan rumah sakit seperti peralatan diagnosis, laboratorium, radiologi, ortopedi, sistem informasi rumah sakit, hingga perangkat sterilisasi.

Perkembangan teknologi membuat industri alat kesehatan perlu terus mengikuti perubahan kebutuhan sektor kesehatan.

“Hospital Expo menjadi agenda rutin yang strategis untuk memperkenalkan inovasi terkini, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Hospital Expo juga mendorong para pelaku industri untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan menjawab tantangan sektor kesehatan,” ujarnya.

AI Mulai Menjadi Bagian dari Ekosistem Rumah Sakit

Perkembangan di sejumlah negara menunjukkan bahwa AI sudah digunakan untuk berbagai kebutuhan medis, sementara Indonesia mulai memperkenalkan teknologi serupa melalui berbagai inovasi perangkat kesehatan.

3 Teknologi AI yang Diam-Diam Mengubah Dunia Rumah Sakit, Ada yang Bisa Analisis Retina
Sumber :
  • ist

Hospital Expo 2026 menjadi salah satu gambaran dari perubahan tersebut. Tiga teknologi yang diperkenalkan, yakni analisis retina, sistem robotik untuk operasi lutut, dan dental chair berbasis perintah suara, menunjukkan bahwa penerapan AI dapat menyentuh berbagai tahapan pelayanan kesehatan.

Namun, perkembangan tersebut bukan berarti seluruh pekerjaan dokter akan digantikan mesin. Justru tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat bekerja secara aman, akurat, teruji, dan benar-benar membantu tenaga kesehatan. (udn)

Pada akhirnya, inti perubahan yang sedang terjadi adalah AI semakin digunakan dalam layanan kesehatan, mulai dari membantu membaca informasi medis melalui analisis retina, mendukung presisi tindakan melalui teknologi robotik, hingga membantu pengoperasian perangkat medis. Hospital Expo 2026 menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana teknologi tersebut mulai masuk lebih jauh ke dalam ekosistem rumah sakit. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral