news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi bayi..
Sumber :
  • Themominmemd

Viral Bayi 28 Hari Meninggal setelah Diduga Dicekoki Telur Mentah, Ini Bahaya Telur Mentah bagi Kesehatan

Viral bayi 28 hari meninggal setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya, ini bahaya telur mentah dan setengah matang bagi kesehatan.
Senin, 12 Oktober 2026 - 10:41 WIB
Reporter:
Editor :

Dokter Harry Utama, melalui kanal YouTube miliknya, mengingatkan bahwa telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella. 

Ia menjelaskan bahwa kontaminasi dapat terjadi melalui cangkang telur yang retak.

"Kuman Salmonella ini baru bisa mati pada suhu dengan pemanasan hingga 71 derajat Celcius," jelas dr. Harry Utama.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada anak. 

Menurutnya, telur sebaiknya dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri.

"Jangan takut untuk memasak telur hingga matang karena telur tidak akan kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matang tersebut akan lebih mudah dicerna oleh saluran cerna anak," ujarnya.

Selain memperhatikan tingkat kematangan, dr. Harry menyarankan masyarakat memilih telur dengan cangkang utuh, menghindari telur yang retak, serta menyimpan telur matang dengan benar agar tidak mudah terkontaminasi.

Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik

Risiko konsumsi telur mentah juga dijelaskan oleh dr. Yohan Samudra, spesialis gizi klinik, dalam podcast di kanal YouTube RS Premier Bintaro.

Ia menyebutkan bahwa telur mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein, kalsium, vitamin A, dan vitamin D. 

Namun, kandungan gizi tersebut tidak menghilangkan risiko infeksi apabila telur dikonsumsi tanpa dimasak.

"Telur mengandung protein yang tinggi, ada kalsium, vitamin A, vitamin D, tapi ketika dikonsumsi secara langsung atau mentah, maka punya risiko terkontaminasi kuman, Salmonella typhi," kata dr. Yohan Samudra.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi telur yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan penyakit dengan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

"Gejalanya bervariasi, ada yang ringan dan ada yang berat. Kalau berat ada yang sampai mual muntah, sampai luka pada saluran pencernaan, jadi risiko penyakit," ujarnya.

Karena itu, dr. Yohan menyarankan agar telur dikonsumsi dalam keadaan matang. Selain membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri, proses pemasakan juga membuat protein telur lebih mudah dicerna tubuh.

"Justru protein yang ada di telur akan mudah diserap kalau telurnya dimasak, diolah, kemudian kita makan," jelasnya.

Kedua dokter tersebut menekankan pentingnya mengolah telur hingga matang sebelum dikonsumsi. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral