news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi bayi..
Sumber :
  • Themominmemd

Viral Bayi 28 Hari Meninggal setelah Diduga Dicekoki Telur Mentah, Ini Bahaya Telur Mentah bagi Kesehatan

Viral bayi 28 hari meninggal setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya, ini bahaya telur mentah dan setengah matang bagi kesehatan.
Senin, 12 Oktober 2026 - 10:41 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang bayi bernama Alena yang diduga mengalami kondisi kritis setelah diberi telur mentah oleh neneknya. 

Bayi yang baru berusia 28 hari tersebut dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) setelah menjalani perawatan intensif.

Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus mengingatkan pentingnya memahami risiko pemberian makanan yang tidak diolah dengan benar, terutama kepada bayi yang masih berusia sangat muda.

Sebelum kabar duka tersebut disampaikan, tante Alena, Calista Arisha, sempat meminta bantuan melalui akun Threads miliknya. 

Ia mengabarkan bahwa keponakannya membutuhkan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, karena kondisinya semakin kritis.

"Assalamualaikum semua teman yang ada di Surabaya, mohon bantuannya buat adik Alena agar bisa mendapatkan ruang NICU segera. Keadaan Alena makin kritis, bayi 24 hari ini dicekokin telur mentah oleh neneknya dan berakhir kritis membutuhkan ruang NICU di RS dr. Soetomo di Surabaya," tulis Calista dalam unggahannya.

Ia juga meminta doa agar Alena dapat kembali sadar dan memperoleh perawatan yang dibutuhkan. 

Dalam unggahan tersebut, Calista menyebutkan bahwa bayi itu direncanakan menjalani pemasangan central venous catheter (CVC) serta transfusi sel darah putih.

Namun, harapan keluarga agar Alena pulih tidak terwujud. Pada Minggu (11/10/2026), Calista menyampaikan kabar duka melalui akun Threads miliknya.

"Dengan berat hati aku menyampaikan Alena telah berpulang, Alena sudah tidak sakit lagi, Alena sudah jadi bidadari di sana," tulisnya.

Calista turut menyampaikan bahwa persoalan keluarga telah ditindaklanjuti dan meminta warganet menghormati kondisi keluarga yang masih berduka. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim medis yang telah berupaya memberikan perawatan kepada Alena.

Meski kabar tersebut menyebutkan dugaan pemberian telur mentah, penyebab medis kematian Alena tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan unggahan di media sosial. 

Penetapan penyebabnya memerlukan keterangan resmi dari pihak berwenang dan hasil pemeriksaan medis.

Ilustrasi Telur
Sumber :
  • Freepik

Bahaya Telur Mentah dan Setengah Matang bagi Kesehatan

Telur merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Namun, mengonsumsinya dalam keadaan mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko paparan bakteri, terutama jika telur terkontaminasi dan tidak dimasak dengan benar.

Dokter Harry Utama, melalui kanal YouTube miliknya, mengingatkan bahwa telur mentah berisiko mengandung bakteri Salmonella. 

Ia menjelaskan bahwa kontaminasi dapat terjadi melalui cangkang telur yang retak.

"Kuman Salmonella ini baru bisa mati pada suhu dengan pemanasan hingga 71 derajat Celcius," jelas dr. Harry Utama.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada anak. 

Menurutnya, telur sebaiknya dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri.

"Jangan takut untuk memasak telur hingga matang karena telur tidak akan kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matang tersebut akan lebih mudah dicerna oleh saluran cerna anak," ujarnya.

Selain memperhatikan tingkat kematangan, dr. Harry menyarankan masyarakat memilih telur dengan cangkang utuh, menghindari telur yang retak, serta menyimpan telur matang dengan benar agar tidak mudah terkontaminasi.

Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik

Risiko konsumsi telur mentah juga dijelaskan oleh dr. Yohan Samudra, spesialis gizi klinik, dalam podcast di kanal YouTube RS Premier Bintaro.

Ia menyebutkan bahwa telur mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein, kalsium, vitamin A, dan vitamin D. 

Namun, kandungan gizi tersebut tidak menghilangkan risiko infeksi apabila telur dikonsumsi tanpa dimasak.

"Telur mengandung protein yang tinggi, ada kalsium, vitamin A, vitamin D, tapi ketika dikonsumsi secara langsung atau mentah, maka punya risiko terkontaminasi kuman, Salmonella typhi," kata dr. Yohan Samudra.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi telur yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan penyakit dengan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

"Gejalanya bervariasi, ada yang ringan dan ada yang berat. Kalau berat ada yang sampai mual muntah, sampai luka pada saluran pencernaan, jadi risiko penyakit," ujarnya.

Karena itu, dr. Yohan menyarankan agar telur dikonsumsi dalam keadaan matang. Selain membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri, proses pemasakan juga membuat protein telur lebih mudah dicerna tubuh.

"Justru protein yang ada di telur akan mudah diserap kalau telurnya dimasak, diolah, kemudian kita makan," jelasnya.

Kedua dokter tersebut menekankan pentingnya mengolah telur hingga matang sebelum dikonsumsi. 

Khusus bagi bayi, pemberian makanan juga harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan gizinya. Bayi baru lahir belum boleh diberikan telur maupun makanan padat lainnya.

Meski kasus Alena menjadi pengingat mengenai bahaya pemberian makanan yang tidak sesuai untuk bayi, penyebab pasti kematiannya tidak dapat disimpulkan hanya dari informasi yang beredar di media sosial. 

Kepastian penyebab kematian memerlukan keterangan medis atau hasil pemeriksaan dari pihak berwenang. (gwn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral