news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Perut Buncit.
Sumber :
  • Dibuat oleh ChatGPT

Kok Bisa Banyak Pikiran Bikin Perut Buncit? Ini Penjelasannya

Kok bisa banyak pikiran bikin perut buncit? Kenali hubungan stres, hormon kortisol, dan lemak visceral serta fakta manfaat cuka apel bagi kesehatan.
Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:03 WIB
Reporter:
Editor :

“Paparan kortisol yang tinggi dalam jangka panjang akan cenderung menyebabkan penumpukan lemak visceral,” ungkap Prof. Zulys.

Meski demikian, stres bukan satu-satunya penyebab perut buncit. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya juga dapat berperan. Oleh karena itu, perut buncit tidak bisa langsung disimpulkan sebagai akibat terlalu banyak pikiran.

Prof. Zulys menekankan bahwa kesehatan tubuh tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh kebiasaan sehari-hari.

“Jadi, intinya bukan berapa banyak makanan yang kita makan, tetapi juga bagaimana kualitas hidup kita,” tuturnya.

Apakah Cuka Apel Bisa Membantu Mengatasi Perut Buncit?

Selain hubungan stres dan penumpukan lemak, cuka apel juga kerap menjadi perhatian karena disebut-sebut dapat membantu mengelola berat badan. Namun, apakah mengonsumsi cuka apel benar-benar bisa membuat perut buncit menjadi kempes?

Prof. Zulys menjelaskan bahwa cuka apel dihasilkan melalui proses fermentasi dan mengandung asam asetat sebagai salah satu komponen utamanya. Sejumlah penelitian klinis menunjukkan bahwa konsumsi cuka berpotensi membantu mengontrol gula darah. Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti cuka apel dapat secara langsung menghilangkan lemak di perut.

“Jangan secepat itu. Cuka apel dibuat melalui fermentasi. Salah satu komponen utamanya adalah asam asetat. Penelitian klinis menunjukkan konsumsi cuka, termasuk cuka apel, berpotensi membantu kontrol gula darah,” jelas Prof. Zulys.

Ia juga menyinggung meta-analisis tahun 2025 pada pasien diabetes tipe 2 yang menemukan adanya perbaikan kadar gula darah puasa. Namun, temuan tersebut perlu dipahami sesuai konteksnya dan tidak bisa dijadikan bukti bahwa cuka apel merupakan solusi tunggal untuk mengatasi perut buncit.

“Meta-analisis 2025 pada pasien diabetes tipe 2 menemukan perbaikan gula darah puasa. Tetapi, jangan dibalik logikanya. Cuka apel bukan penghapus perut buncit. Jadi, cuka apel boleh menjadi pendamping pola hidup sehat, tetapi jangan habis makan gorengan, minuman manis, begadang sampai jam 2.00, lalu satu sendok cuka apel diminta membereskan semuanya,” tegasnya.

Dengan kata lain, cuka apel tidak bisa menggantikan kebiasaan hidup sehat. Mengandalkannya tanpa memperbaiki pola makan, aktivitas fisik, dan waktu istirahat tidak akan menyelesaikan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap penumpukan lemak visceral.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral