news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Tawas Menghilangkan Bau Badan.
Sumber :
  • Dibuat oleh Gemini AI

Kok Bisa Tawas Menghilangkan Bau Badan? Ini Cara Kerjanya Menurut Ahli

Kok bisa tawas menghilangkan bau badan? Prof. Zulys menjelaskan cara kerja tawas, kandungan aluminium, serta keamanannya sebagai deodoran.
Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:54 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tawas Menghilangkan Bau Badan menjadi salah satu topik yang menarik perhatian karena bahan ini kerap digunakan sebagai alternatif deodoran alami. Meski mengandung aluminium, tawas disebut memiliki tingkat toksisitas yang sangat rendah ketika digunakan pada kulit yang sehat.

Tawas bukanlah bahan baru dalam industri kosmetik. Sejak ribuan tahun lalu, mineral ini telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari menjernihkan air hingga membantu mengurangi bau badan.

Namun, kandungan aluminium di dalam tawas sering menimbulkan pertanyaan mengenai keamanannya. Apakah zat tersebut berbahaya bagi kulit dan tubuh?

Profesor Zulys melalui unggahan Reels di akun Instagram pribadinya menjelaskan cara kerja tawas, kandungan aluminium, hingga penggunaannya sebagai deodoran, termasuk untuk anak yang mulai memasuki masa pubertas.

Tawas Sudah Digunakan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Tawas ternyata bukan penemuan baru dalam industri kosmetik. Bahan ini sudah dikenal dan dimanfaatkan sejak lebih dari 2.000 tahun lalu oleh berbagai peradaban.

Prof. Zulys menjelaskan bahwa tawas memiliki sejumlah kegunaan yang telah dikenal sejak zaman dahulu.

“Tahukah Anda, tawas bukanlah penemuan baru di industri kosmetik. Bahan ini sudah digunakan sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu oleh bangsa Mesir Kuno, Yunani, Romawi, hingga dunia Islam,” ucap Prof. Zulys dalam unggahan Reels Instagram pribadinya.

Ia juga menyebutkan berbagai manfaat tawas yang telah dimanfaatkan manusia sejak dahulu.

“Mulai dari menjernihkan air, menghentikan pendarahan kecil, mengawetkan kain, hingga sebagai deodoran alami,” ujar Prof. Zulys.

Mengapa Tawas Bisa Menghilangkan Bau Badan?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul mengenai tawas adalah kandungan aluminium di dalamnya. Banyak orang mengkhawatirkan unsur tersebut karena dianggap dapat membahayakan kesehatan.

Namun, menurut Prof. Zulys, keamanan suatu zat tidak bisa dinilai hanya berdasarkan unsur yang terkandung di dalamnya. Bentuk senyawa kimia juga menentukan sifat dan tingkat toksisitas suatu bahan.

“Dalam kimia, tidak cukup menilai keamanan suatu zat dari komponen unsurnya saja, melainkan secara utuh senyawa kimianya,” jelas Prof. Zulys.

Untuk menjelaskan hal tersebut, ia memberikan contoh merkuri yang memiliki tingkat toksisitas berbeda berdasarkan bentuk senyawanya.

“Kita ambil contoh, merkuri dalam bentuk organiknya seperti metil-merkuri sangat beracun. Tetapi merkuri dalam bentuk senyawa anorganik tingkat racunnya jauh lebih rendah,” paparnya.

Menurut Prof. Zulys, aluminium dalam tawas terikat kuat dalam struktur kristal garamnya. Kondisi tersebut membuat aluminium tidak mudah menembus kulit dan masuk ke sistem peredaran darah.

Lantas, bagaimana tawas bekerja mengurangi bau badan?

“Tawas memang memiliki aluminium, tapi aluminium terikat sangat kuat dalam kristal garamnya dan stabil untuk menembus kulit dan masuk ke sistem peredaran darah. Lalu, apa kerjanya? Nah, tawas bekerja sebagai antiseptik sehingga jumlah bakteri berkurang dan keringat tidak berbau,” jelas Prof. Zulys.

Dengan demikian, tawas membantu mengurangi bau badan melalui aktivitasnya dalam menekan jumlah bakteri pada kulit.

Apakah Tawas Aman Digunakan sebagai Deodoran?

Kandungan aluminium dalam tawas membuat sebagian orang mempertanyakan keamanannya jika digunakan secara rutin pada kulit.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Prof. Zulys mengacu pada data Material Safety Data Sheet (MSDS). Menurut penjelasannya, kontak tawas dengan kulit yang utuh memiliki tingkat toksisitas sangat rendah.

“Sekarang mari kita lihat datanya pada MSDS. Faktanya, kontak dengan kulit utuh memiliki toksisitas yang sangat rendah, bukan bahan iritan pada pengguna normal. Nilai LD50 oral lebih dari 4.000 mg/kg berat badan, menunjukkan toksisitas akutnya sangat rendah bila tidak sengaja tertelan dalam jumlah kecil,” ungkap Prof. Zulys.

Meski demikian, penggunaan tawas tetap perlu memperhatikan kondisi kulit. Kulit yang sedang mengalami iritasi atau luka sebaiknya tidak langsung diberi tawas karena dapat menimbulkan rasa perih.

Bolehkah Tawas Digunakan Anak yang Mulai Pubertas?

Bau badan umumnya mulai muncul ketika anak memasuki masa pubertas. Hal ini berkaitan dengan mulai aktifnya kelenjar apokrin yang berperan dalam produksi keringat.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua mulai mencari produk deodoran yang dapat digunakan anak usia sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Menurut Prof. Zulys, tawas dapat menjadi salah satu pilihan deodoran yang sederhana dan ekonomis selama digunakan pada kulit yang sehat.

“Lalu bagaimana untuk anak SD atau SMP yang mulai pubertas? Justru saat pubertas kelenjar apokrin mulai aktif sehingga bau badan mulai muncul. Selama digunakan di kulit yang sehat, tawas dapat menjadi pilihan deodoran yang sederhana dan ekonomis,” jelasnya.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya. Tawas sebaiknya tidak diaplikasikan tepat setelah mencukur atau mencabut bulu ketiak.

Prof. Zulys menyarankan agar pengguna menunggu sampai kondisi kulit kembali normal dan tidak mengalami iritasi.

“hindari pemakaian tawas tepat setelah mencukur atau mencabut bulu ketiak, sebaiknya tunggu dulu sampai kulit tidak mengalami iritasi agar tidak terasa perih,” pesannya.

Pada akhirnya, penggunaan tawas perlu dipahami berdasarkan sifat senyawa kimianya, bukan sekadar unsur yang terkandung di dalamnya.

“Pelajarannya, jangan pernah menilai suatu zat hanya dari satu nama unsur yang dikandungnya. Dalam kimia, yang menentukan sifat bukan sekadar siapa penyusunnya, tetapi bagaimana mereka saling berikatan,” tutup Prof. Zulys.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral