- ist
Dua Kali Operasi Hernia Ditanggung JKN, Begini Manfaat Layanan Kesehatan bagi Petani Sorong
Pengalaman tersebut menjadi penting bagi Yunus karena tindakan operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit apabila harus dibayar secara mandiri.
Pelayanan Rumah Sakit Dinilai Ramah dan Tidak Diskriminatif
Selain memperoleh bantuan pembiayaan, Yunus juga menilai pelayanan kesehatan yang diterimanya berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi sikap tenaga medis dan petugas rumah sakit yang dinilai ramah serta tanggap ketika pasien membutuhkan bantuan.
Menurutnya, status sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak membuat dirinya mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan pasien lainnya.
“Petugasnya ramah dan cepat membantu kalau kami membutuhkan sesuatu. Saya juga tidak merasa dibedakan walaupun menggunakan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Yunus mengungkapkan bahwa operasi yang baru dijalaninya bukan pengalaman pertama. Sebelumnya, ia pernah menjalani tindakan operasi hernia serupa dan biaya pengobatannya juga ditanggung oleh Program JKN.
Setelah menjalani operasi kedua, ia masih rutin melakukan kontrol kesehatan secara rawat jalan untuk memantau perkembangan pemulihan dan memastikan kondisinya tetap terjaga.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa manfaat jaminan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan tindakan medis, tetapi juga keberlanjutan pelayanan setelah pasien menjalani operasi. Pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah baru.
JKN Membantu Keluarga Mengakses Layanan Kesehatan
Bagi Yunus, keberadaan Program JKN memberikan rasa aman ketika dirinya maupun anggota keluarga membutuhkan pengobatan. Sebagai petani dengan penghasilan yang harus dikelola untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar biaya operasi secara mandiri tentu bukan perkara mudah.
“Saya sangat bersyukur karena biaya pengobatan saya bisa ditanggung. Sebagai petani kecil tentu akan berat kalau harus bayar sendiri,” tuturnya.
Manfaat tersebut juga dirasakan oleh istri dan anaknya yang terdaftar sebagai peserta JKN. Beberapa kali anggota keluarganya memanfaatkan layanan kesehatan, termasuk mendapatkan perawatan di rumah sakit tanpa harus menanggung seluruh biaya pengobatan secara mandiri.
Pengalaman Yunus menggambarkan pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Ketika risiko sakit datang, keluarga tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga kemungkinan terganggunya kondisi keuangan akibat pengeluaran medis.