news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dua Kali Operasi Hernia Ditanggung JKN, Begini Pengalaman Petani di Sorong.
Sumber :
  • ist

Dua Kali Operasi Hernia Ditanggung JKN, Begini Manfaat Layanan Kesehatan bagi Petani Sorong

Manfaat BPJS Kesehatan melalui Program JKN dirasakan Yunus, petani di Sorong yang menjalani operasi hernia dua kali tanpa biaya sebagai peserta PBI.
Kamis, 5 November 2026 - 21:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Biaya pengobatan masih menjadi salah satu kekhawatiran masyarakat ketika menghadapi masalah kesehatan yang membutuhkan tindakan medis serius. 

Terlebih bagi pekerja sektor informal seperti petani, pengeluaran untuk pemeriksaan, obat-obatan, hingga operasi dapat menjadi beban finansial yang tidak ringan. 

Di tengah kondisi tersebut, manfaat BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu bentuk perlindungan agar masyarakat tetap bisa memperoleh layanan medis sesuai ketentuan tanpa harus menanggung seluruh biaya sendiri.

Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan terus memberikan akses pelayanan kesehatan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). 

Melalui segmen ini, iuran peserta yang memenuhi kriteria ditanggung pemerintah sehingga mereka tetap dapat menjadi bagian dari sistem jaminan kesehatan nasional.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat tersebut adalah Yunus Kopias (65), seorang petani di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Ia menjalani pemeriksaan hingga operasi hernia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Oetojo Kota Sorong. Seluruh rangkaian pengobatannya ditanggung melalui Program JKN.

Jalani Operasi Hernia, Yunus Tidak Mengeluarkan Biaya Pengobatan

Perjalanan pengobatan Yunus bermula ketika dirinya memeriksakan kondisi kesehatan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yakni puskesmas tempat ia terdaftar. Setelah menjalani pemeriksaan awal, dokter memberikan rujukan agar ia mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Di fasilitas kesehatan lanjutan, Yunus bertemu dokter spesialis dan menjalani pemeriksaan serta kontrol secara berkala. Setelah mengevaluasi kondisinya, dokter menyarankan tindakan operasi hernia sebagai langkah pengobatan.

“Awalnya saya periksa di puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit untuk bertemu dokter spesialis. Setelah beberapa kali kontrol, dokter menyarankan saya menjalani operasi hernia supaya bisa sembuh,” ungkapnya.

Setelah operasi dilakukan, Yunus menjalani perawatan inap selama empat hari untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Selama proses tersebut, ia mengaku tidak diminta membayar biaya pengobatan, termasuk obat-obatan dan kebutuhan perawatan yang ditanggung sesuai manfaat JKN.

“Selama operasi sampai dirawat di rumah sakit, saya tidak pernah diminta membayar biaya apa pun. Obat, perawatan, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi penting bagi Yunus karena tindakan operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit apabila harus dibayar secara mandiri.

Pelayanan Rumah Sakit Dinilai Ramah dan Tidak Diskriminatif

Selain memperoleh bantuan pembiayaan, Yunus juga menilai pelayanan kesehatan yang diterimanya berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi sikap tenaga medis dan petugas rumah sakit yang dinilai ramah serta tanggap ketika pasien membutuhkan bantuan.

Menurutnya, status sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak membuat dirinya mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan pasien lainnya.

“Petugasnya ramah dan cepat membantu kalau kami membutuhkan sesuatu. Saya juga tidak merasa dibedakan walaupun menggunakan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Yunus mengungkapkan bahwa operasi yang baru dijalaninya bukan pengalaman pertama. Sebelumnya, ia pernah menjalani tindakan operasi hernia serupa dan biaya pengobatannya juga ditanggung oleh Program JKN.

Setelah menjalani operasi kedua, ia masih rutin melakukan kontrol kesehatan secara rawat jalan untuk memantau perkembangan pemulihan dan memastikan kondisinya tetap terjaga.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa manfaat jaminan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan tindakan medis, tetapi juga keberlanjutan pelayanan setelah pasien menjalani operasi. Pemeriksaan lanjutan menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah baru.

JKN Membantu Keluarga Mengakses Layanan Kesehatan

Bagi Yunus, keberadaan Program JKN memberikan rasa aman ketika dirinya maupun anggota keluarga membutuhkan pengobatan. Sebagai petani dengan penghasilan yang harus dikelola untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar biaya operasi secara mandiri tentu bukan perkara mudah.

“Saya sangat bersyukur karena biaya pengobatan saya bisa ditanggung. Sebagai petani kecil tentu akan berat kalau harus bayar sendiri,” tuturnya.

Manfaat tersebut juga dirasakan oleh istri dan anaknya yang terdaftar sebagai peserta JKN. Beberapa kali anggota keluarganya memanfaatkan layanan kesehatan, termasuk mendapatkan perawatan di rumah sakit tanpa harus menanggung seluruh biaya pengobatan secara mandiri.

Pengalaman Yunus menggambarkan pentingnya jaminan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Ketika risiko sakit datang, keluarga tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga kemungkinan terganggunya kondisi keuangan akibat pengeluaran medis.

Karena itu, ia berharap Program JKN dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan perlindungan kesehatan.

“Saya berharap program ini terus ada supaya masyarakat kecil seperti kami tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa takut soal biaya,” tutupnya.

Kisah Yunus menunjukkan bahwa manfaat BPJS Kesehatan tidak berhenti pada pembiayaan ketika seseorang menjalani pengobatan. 

Akses pemeriksaan awal, rujukan ke dokter spesialis, tindakan operasi, perawatan inap, hingga kontrol lanjutan menjadi rangkaian pelayanan yang penting bagi pemulihan pasien. 

Bagi masyarakat berpenghasilan terbatas, keberadaan Program JKN melalui kepesertaan PBI juga menjadi perlindungan agar kebutuhan kesehatan tidak langsung berubah menjadi beban ekonomi keluarga. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral