- Pixabay
Mengenal Arti Warna Kotoran Telinga, Hati-hati Jika Berwarna Putih Berlebihan
Jakarta - Kotoran telinga merupakan salah satu zat alami yang dikeluarkan oleh kelenjar minyak. Kotoran ini pastinya terdapat banyak manfaatnya untuk melindungi telinga. Selain itu, kotoran yang dikeluarkan oleh kelenjar minyak dapat menandakan penyakit dalam yang ada di tubuh manusia.
Kotoran telinga terbentuk secara alami untuk melindungi telinga. Dikenal dengan istilah medis serumen, kotoran telinga berfungsi untuk mencegah kotoran dan benda asing lain untuk masuk ke dalam telinga serta untuk mencegah infeksi. Kotoran telinga dapat memiliki tekstur dan warna yang berbeda-beda.
Warna itulah yang dapat dicari maknanya oleh para dokter. Warna tersebut akan menunjukkan beberapa gejala penyakit yang dialami oleh seseorang. Karena ternyata tidak semua warna dan tekstur kotoran telinga terlihat baik-baik saja.
Ternyata, tidak semua orang memiliki tekstur dan juga warna kotoran telinga yang sama. Warna dan bentuk kotoran telinga yang berbeda-beda juga bisa mengindikasikan kondisi kesehatan seseorang. Berikut adalah arti warna kotoran telinga yang berbeda-beda yang wajib untuk dikenali.
Dilansir dari Thehealthy.com sebuah studi menemukan bahwa warna dan tekstur kotoran telinga ini paling umum dimiliki keturunan etnis Asia Timur.
1. Kotoran telinga berwarna kuning pucat dengan tekstur lembut
Kotoran telinga berwarna kuning pucat umumnya dimiliki oleh anak-anak. Warna ini termasuk ke dalam warna kotoran telinga yang normal. Warna ini dapat berubah menjadi lebih gelap seiring dengan berjalannya usia.
Produksi kotoran telinga juga biasanya akan semakin berkurang ketika seseorang semakin beranjak dewasa.
2. Kotoran telinga berwarna kuning kecoklatan cenderung basah
Arti warna kotoran telinga kuning kecoklatan dengan tekstur cenderung basah juga adalah normal. Ciri-ciri kotorangan telinga ini biasanya dimiliki oleh orang Kaukasia dan Afrika. Hal ini disebabkan oleh adanya mutasi gen yang membuat kotoran telinga menjadi lebih basah. Namun tidak perlu dikhawatirkan karena kondisi ini tidak menandakan adanya gangguan pada telinga. Kotoran telinga berwarna putih keabuan cenderung kering.
Jika sebelumnya dikatakan bahwa tekstur kotoran telinga yang cenderung basah adalah normal, bukan berarti kotoran telinga kering itu tidak normal. Bagi sebagian etnis di dunia, kotoran telinga berwarna putih keabuan dengan tekstur yang kering juga termasuk ke dalam jenis kotoran telinga yang normal.
2. Kotoran telinga berwarna kuning kehijauan
Warna kuning kecoklatan atau memiliki unsur warna oranye masih termasuk ke dalam warna kotoran telinga normal, namun berbeda dengan warna kotoran telinga kuning kehijauan.
Warna kotoran telinga kuning kehijauan dapat menandakan adanya infeksi pada telinga. Jika seseorang mengalami gejala ini disertakan gejala lain seperti ketidaknyamanan pada telinga atau telinga gatal, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter bagian THT (telinga, hidung, tenggorokan).
3. Kotoran telinga berwarna kemerahan
Arti warna kotoran telinga kemerahan dapat menandakan adanya darah pada kotorangan telinga. Jika kotoran telinga berwarna coklat gelap dengan warna merah, kondisi ini dapat menandakan adanya goresan pada saluran telinga atau cedera pada telinga. Kesalahan ketika mencoba membersihkan telinga juga seringkali menyebabkan telinga berdarah dan menyebabkan kotoran telinga berwarna kemerahan.
4. Kotoran telinga berwarna hitam
Semakin lama kotoran berada di telinga, maka semakin lama warnanya akan semakin gelap dan dapat menghasilkan kotoran telinga berwarna hitam.
Terdapat beberapa penyebab kotoran telinga berwarna hitam mulai dari akibat penumpukan kotoran telinga berlebihan atau karena masuknya benda asing ke telinga yang membuat kotoran semakin terjebak di telinga. Hitam dapat memiliki arti warna kotoran telinga yang berbahaya, terutama jika dibarengi dengan gejala seperti sakit telinga, pusing dan gangguan pendengaran.
5. Putih dengan tekstur cair
Kotoran telinga berwarna putih menyerupai nanah dengan tekstur cair dan berbau dapat mengindikasikan kondisi yang disebut dengan swimmer’s ear atau otitis eksterna. Kondisi ini dapat terjadi ketika pertahanan pada saluran telinga tidak dapat mengatasi infeksi akibat bakteri atau jamur dan reaksi alergi.
Perlindungan ini biasanya bekerja dengan lebih baik ketika telinga kering. Kondisi telinga yang lembab dapat membuat bakteri dan jamur berkembang lebih cepat sehingga infeksi dapat terjadi.
Selain kotoran telinga berwarna putih dan encer, gejala lain dari otitis eksterna adalah seperti kemerahan dan bengkak pada telinga bagian luar dan saluran telinga, sakit pada bagian yang bengkak, kulit bersisik, gatal, iritasi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan gangguan pendengaran. (rem)