- instagram Veda Ega Pratama
Media Italia Tercengang dengan Veda Ega Pratama Bisa Raih Posisi Ketiga di Moto3 Brasil : Seperti Dongeng Pembalap Asia!
tvOnenews.com - Sorotan tajam datang dari media Eropa setelah aksi sensasional Veda Ega Pratama di ajang Moto3 Brasil 2026.
Pembalap muda asal Gunungkidul itu sukses mencuri perhatian usai finis di posisi ketiga, sebuah pencapaian bersejarah yang membuat media Italia tak habis pikir.
Bahkan, performanya disebut seperti “dongeng pembalap Asia”, namun dengan penegasan bahwa ia memiliki talenta nyata yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Prestasi ini bukan sekadar kejutan sesaat. Dalam usia baru 17 tahun, Veda sudah menunjukkan progres luar biasa di level internasional bersama Honda Team Asia.
Banyak pihak kini mulai mengaitkan performanya dengan masa depan cerah menuju kelas utama MotoGP.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Veda akan menjadi ikon baru balap motor Indonesia di panggung dunia.
Podium Bersejarah dan Sorotan Media Italia
Veda kembali mencuri perhatian saat tampil di Moto3 GP Brasil yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna.
Memulai balapan dari posisi ke-10, ia tampil agresif dan mampu merangsek ke barisan depan hingga finis di posisi ketiga pada lap terakhir.
Aksi heroiknya semakin dramatis karena balapan sempat dihentikan akibat bendera merah.
Namun setelah restart dengan hanya lima lap tersisa, Veda justru tampil lebih tajam dan berhasil menyalip beberapa pembalap berpengalaman.
- instagram Veda Ega Pratama
Media Italia, Eurosport, memberikan pujian khusus terhadap performanya.
"Melengkapi podium adalah sang rookie Veda Pratama, kejutan sebenarnya pada awal musim ini," tulis Eurosport Italia.
"Ini adalah posisi tiga besar pertamanya dalam karier, dan dia sangat pantas."
"Awalnya dia terlihat seperti dongeng pembalap Asia lainnya, tetapi dia sungguh punya talenta: dia sangat cepat dan agresif, dan tidak takut dengan siapapun."
Pencapaian ini membuat Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di ajang Grand Prix, melampaui catatan sebelumnya yang dipegang Mario Suryo Aji dengan posisi kesembilan di Moto2.
Konsistensi Rookie dan Mental Juara
Meski berstatus rookie, Veda menunjukkan mentalitas luar biasa di dua seri awal Moto3 2026. Pada seri pembuka di Buriram, Thailand, ia finis di posisi kelima, lalu meningkat drastis dengan podium di Brasil.
Veda sendiri mengaku tidak menyangka bisa meraih hasil tersebut dalam waktu singkat.
"Kini saya tahu bahwa saya mampu bertarung di baris depan. Jadi, saya mau lebih," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja tim yang solid.
"Tim melakukan pekerjaan yang sangat baik sehingga semuanya berjalan lancar. Saya sangat bangga dengan hasil di Brasil, pencapaian terbesar saya sejauh ini."
Tak lupa, Veda menyampaikan apresiasi kepada publik Tanah Air.
"Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia untuk semua dukungannya," katanya.
Mental berani Veda juga terlihat saat ia melakukan manuver krusial di tikungan sulit untuk menyalip pembalap top seperti Alvaro Carpe. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa ia tidak gentar menghadapi rider-rider papan atas.
Dari Asia Talent Cup ke Mimpi MotoGP
Perjalanan Veda menuju panggung dunia bukanlah hal instan. Ia sudah menunjukkan potensinya sejak usia muda, termasuk saat meraih podium di Asia Talent Cup pada usia 13 tahun.
- instagram Veda Ega Pratama
Puncaknya, ia keluar sebagai juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Prestasi tersebut memberinya tiket istimewa untuk tampil di Moto3 lebih cepat dari batas usia normal. Kesempatan ini biasanya hanya diberikan kepada pembalap terbaik dari jalur “Road to MotoGP”.
Kini, setelah mencetak sejarah baru, Veda semakin percaya diri menatap balapan berikutnya di Circuit of the Americas.
"Sirkuit itu baru bagi saya. Namun, saya akan terus belajar dan melakukan yang terbaik," ujarnya.
Meski sedang berada di puncak performa, Veda tetap menunjukkan kerendahan hati. Ia berharap kesuksesannya bisa membuka jalan bagi pembalap Indonesia lainnya.
"Saya tidak tahu, tentunya sangat senang, saya harap akan ada lebih banyak pembalap Indonesia yang mendapatkan podium di Grand Prix ini."
Dengan bakat, keberanian, dan konsistensi yang ia tunjukkan, banyak pihak mulai percaya bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar fenomena sesaat.
Veda adalah kandidat kuat masa depan MotoGP, sebuah perjalanan yang kini mulai terasa semakin nyata. (udn)