- Chery Indonesia
8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Chery Indonesia masih menunggu hasil penyelidikan kantor pusat Chery terkait penarikan kembali atau recall 8.878 unit Omoda 5 di Malaysia. Hingga Rabu (14/10/2026), perusahaan menyatakan belum menerima laporan mengenai kejadian serupa di Indonesia.
“Kami terus berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi dari Chery global,” demikian pernyataan Chery Indonesia dikutip, Rabu (14/10/2026).
Chery Indonesia juga membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya. Konsumen dapat menghubungi layanan Customer Care atau membawa mobil ke bengkel resmi Chery untuk menjalani pemeriksaan.
Penarikan ribuan unit Omoda 5 di Malaysia dilakukan setelah sebuah mobil dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian suspensi belakang. Insiden yang terjadi saat kendaraan melaju di jalan raya itu menyebabkan rakitan suspensi beserta kedua roda belakang terlepas dari bodi mobil.
Peristiwa tersebut berlangsung pada 6 Oktober 2026 di Jalan Pandan, Johor Bahru, Malaysia, tidak jauh dari pusat perbelanjaan AEON Mall Tebrau City. Foto dan rekaman kamera dasbor yang beredar menunjukkan sebuah Omoda 5 berwarna hitam berhenti di jalan dengan komponen suspensi belakang yang telah terpisah.
Tidak ada korban luka dalam kejadian itu. Meski demikian, insiden tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan Omoda 5, mengingat masalah pada komponen serupa pernah dilaporkan di Malaysia pada 2024.
Pengelasan Suspensi Belakang Jadi Fokus Investigasi
Chery Malaysia mengungkapkan bahwa pemeriksaan awal menemukan sejumlah titik pengelasan pada lengan suspensi belakang atau trailing arm yang tidak memenuhi standar kekuatan memadai. Kondisi tersebut berisiko membuat komponen mengalami kerusakan ketika kendaraan menghadapi kondisi ekstrem.
Untuk menindaklanjuti temuan itu, Chery berkoordinasi dengan Departemen Transportasi Jalan Malaysia atau JPJ. Perusahaan akan memeriksa kendaraan yang termasuk dalam program recall dan mengganti komponen yang dinyatakan bermasalah tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan.
Pemeriksaan juga diperluas ke kendaraan produksi 2023 yang dipasarkan di sejumlah negara lain. Namun, Chery belum merinci seluruh tahun produksi yang masuk dalam cakupan penarikan di Malaysia.
Di tengah penyelidikan, JPJ turut menangguhkan persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval untuk Omoda 5 yang terkait dengan kasus tersebut. Kebijakan ini membatasi pendaftaran unit baru hingga pemeriksaan teknis selesai dilakukan.
Chery Omoda 5 Pernah Di-recall pada 2024
Insiden terbaru di Malaysia mengingatkan pada kejadian serupa pada April 2024. Ketika itu, sebuah Omoda 5 dilaporkan mengalami kerusakan pada balok poros roda belakang saat melaju dalam kondisi lalu lintas yang lambat.
Menanggapi kejadian tersebut, Chery menggelar kampanye pemeriksaan terhadap 600 unit kendaraan. Perusahaan kala itu menyebut persoalan berasal dari proses pengelasan yang dilakukan pemasok komponen di luar negeri.
Penggantian ujung las otomatis saat mesin menjalani pemeliharaan disebut tidak disertai kalibrasi yang tepat. Akibatnya, sejumlah komponen mengalami proses pengelasan yang tidak sempurna.
Chery menyatakan bahwa hingga 24 Mei 2024, sekitar 92 persen kendaraan yang tercakup dalam program pemeriksaan tersebut telah diperiksa.
Meski terdapat kemiripan antara kedua kejadian, hubungan teknis antara insiden pada 2024 dan kasus terbaru belum dapat dipastikan. Riwayat pemeriksaan terhadap kendaraan yang mengalami insiden pada Oktober 2026 juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Untuk pasar Indonesia, Chery menegaskan belum menerima laporan mengenai kejadian serupa. Pemilik Omoda 5 yang khawatir terhadap kondisi kendaraannya dapat menghubungi layanan pelanggan atau mendatangi bengkel resmi untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.