- REUTERS/Benoit Tessier
China Mulai Ancam Industri Mobil Eropa, CEO Volkswagen Desak Perubahan Kebijakan
Jakarta, tvOnenews.com - CEO Volskwagen, Oliver Blume, mengklaim bahwa pasar industri mobil Eropa mulai mengalami perubahan. Hal ini merupakan dampak dari kehadiran para pesaing dari China.
Blume menyampaikan bahwa Volkswagen, Stellantis, dan Renault menghadapi tekanan yang membuncah untuk kendaraan elektrik terjangkau. Itu juga menjadi tantangan untuk menjaga biaya produksi.
"Kita tidak bisa membangun masa depan kita hanya berdasarkan keuntungan ekspor. Bisnis-bisnis Eropa kita harus menguntungkan, tangguh, dan kompetitif," katanya pada Selasa (13/10/2026), seperti dilansir dari Reuters.
Oleh karena itu, Blume berupaya mendorong restrukturisasi terbesar dalam sejarah Volkswagen. Hal ini berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja puluhan ribu karyawan dan potensi penutupan pabrik, di tengah penentangan serikat pekerja.
"Kita harus mengamankan basis industri Eropa," katanya.
Pameran ini menjadi ajang bagi Volkswagen, Stellantis, dan Renault untuk memamerkan model EV terbaru mereka di tengah lonjakan permintaan pasar Eropa, yang didorong oleh mahalnya harga BBM serta menjamurnya kendaraan murah.
Di saat yang sama, merek-merek asal Tiongkok hadir dalam jumlah rekor demi mengejar pertumbuhan di Eropa akibat lesunya pasar domestik mereka.
Fenomena gempuran impor murah ini pun memicu kekhawatiran bagi para produsen Eropa, khususnya raksasa otomotif seperti VW, Stellantis, dan Renault yang selama ini sangat bergantung pada segmen mass-market dengan margin keuntungan yang tipis.
"Model bisnis ini berada di bawah tekanan yang sangat besar di Eropa," kata Blume, mengulangi seruan Volkswagen kepada para pembuat kebijakan untuk mendukung industri ini melalui regulasi yang lebih fleksibel dan insentif untuk manufaktur lokal. (rda)