- REUTERS/Quinn Glabicki
Mau Pindah dari Mobil Bensin ke Mobil Listrik? Jangan Buru-buru, Wajib Cek 5 Hal Penting Ini
Misalnya, coba hitung berapa kilometer perjalanan yang biasa ditempuh setiap bulan menggunakan mobil pribadi. Setelah itu, bandingkan kebutuhan bensin dengan jumlah listrik yang diperlukan untuk menempuh jarak yang sama.
Untuk mobil bensin, pengeluaran bisa dihitung dari jumlah liter bahan bakar yang digunakan dikalikan harga per liternya. Sementara itu, biaya mobil listrik bisa diperkirakan dari kebutuhan energi dalam kilowatt-jam atau kWh dikalikan tarif listrik yang berlaku.
Jangan lupa, biaya pengisian baterai di rumah bisa berbeda dengan tarif di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Kalau lebih sering mengandalkan fasilitas pengisian umum, pengeluaran bulanan bisa berbeda dari perkiraan awal.
3. Punya Tempat Cas di Rumah atau Harus ke SPKLU?
Sebelum membeli mobil listrik, coba pikirkan dulu di mana kendaraan akan diisi daya setiap hari. Kalau punya garasi atau tempat parkir pribadi, memasang perangkat pengisian daya di rumah bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Namun, situasinya bisa berbeda bagi penghuni apartemen atau rumah yang tidak memiliki tempat parkir khusus. Pengendara mungkin harus lebih sering mencari SPKLU terdekat untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan.
Pemasangan perangkat pengisian daya di rumah juga bisa membutuhkan biaya tambahan yang gak boleh dianggap sepele. Mulai dari kondisi instalasi listrik, kemungkinan penambahan daya, hingga biaya perangkat pengisian perlu diperhitungkan sejak awal.
Selain uang, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai juga penting diperhatikan karena tidak semua mobil listrik memiliki kemampuan pengisian yang sama. Jangan sampai aktivitas harian justru terganggu karena lokasi pengisian terlalu jauh atau waktu menunggu terlalu lama.
4. Servis Mobil Listrik Lebih Murah? Jangan Lupakan Baterainya
Mobil listrik memang memiliki komponen penggerak yang berbeda dibandingkan mobil bensin sehingga kebutuhan perawatannya juga tidak sama. Salah satu kelebihannya adalah tidak perlu mengganti oli mesin seperti kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal.
Meski begitu, bukan berarti mobil listrik benar-benar bebas dari biaya servis dan perawatan rutin. Ban, sistem pengereman, cairan pendingin pada model tertentu, serta berbagai komponen kelistrikan tetap membutuhkan pemeriksaan sesuai jadwal pabrikan.