news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mobil listrik sedang melakukan pengisian daya (charging).
Sumber :
  • REUTERS/Quinn Glabicki

Mau Pindah dari Mobil Bensin ke Mobil Listrik? Jangan Buru-buru, Wajib Cek 5 Hal Penting Ini

Beralih dari mobil bensin ke mobil listrik sebenarnya bukan cuma soal mengganti bahan bakar dengan tenaga baterai. Ada beberapa pengeluaran lain yang perlu dipikirkan, mulai dari harga pembelian, biaya pengisian daya, hingga kebutuhan perawatan dalam jangka panjang.
Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Mobil listrik semakin menarik perhatian karena menawarkan teknologi modern dan biaya pengisian energi yang berpotensi lebih murah dibandingkan mobil bensin. Namun, jangan sampai keinginan mengikuti tren justru membuat pengeluaran membengkak gara-gara kurang memperhitungkan sejumlah aspek.

Beralih dari mobil bensin ke mobil listrik sebenarnya bukan cuma soal mengganti bahan bakar dengan tenaga baterai. Ada beberapa pengeluaran lain yang perlu dipikirkan, mulai dari harga pembelian, biaya pengisian daya, hingga kebutuhan perawatan dalam jangka panjang.

Apalagi, setiap orang punya kebiasaan berkendara yang berbeda sehingga keuntungan menggunakan mobil listrik juga belum tentu sama. Mobil yang cocok untuk perjalanan harian di dalam kota belum tentu praktis bagi pengendara yang sering bepergian jauh.

Agar tak salah mengambil keputusan, ada baiknya menghitung seluruh biaya sebelum memutuskan membeli mobil listrik. Berikut lima hal penting yang perlu diperhatikan agar rencana beralih dari mobil bensin ke mobil listrik gak bikin kantong menjerit.

1. Jangan Cuma Lihat Harga Mobil, Hitung Juga Biaya Kepemilikannya

Harga pembelian menjadi salah satu hal pertama yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan beralih ke mobil listrik. Jangan hanya membandingkan harga di dealer karena uang muka, cicilan, bunga kredit, pajak, dan asuransi juga bisa memengaruhi total pengeluaran.

Mobil listrik yang punya harga lebih mahal belum tentu membuat biaya kepemilikannya lebih tinggi dibandingkan mobil bensin. Sebab, penghematan biaya energi dan perawatan selama beberapa tahun bisa saja membantu menutup selisih harga pembelian tersebut.

Agar lebih mudah, coba bandingkan total pengeluaran kedua jenis kendaraan selama lima tahun pemakaian. Jangan lupa memperkirakan harga jual kembali karena nilai kendaraan saat dijual juga berpengaruh terhadap total biaya yang sudah dikeluarkan.

2. Biaya Bensin Vs Cas Listrik, Mana yang Lebih Hemat?

Salah satu alasan orang tertarik membeli mobil listrik adalah biaya pengisian energi yang berpotensi lebih murah dibandingkan membeli bensin. Meski begitu, besarnya penghematan tetap bergantung pada jarak tempuh, konsumsi energi kendaraan, dan tarif pengisian daya.

Misalnya, coba hitung berapa kilometer perjalanan yang biasa ditempuh setiap bulan menggunakan mobil pribadi. Setelah itu, bandingkan kebutuhan bensin dengan jumlah listrik yang diperlukan untuk menempuh jarak yang sama.

Untuk mobil bensin, pengeluaran bisa dihitung dari jumlah liter bahan bakar yang digunakan dikalikan harga per liternya. Sementara itu, biaya mobil listrik bisa diperkirakan dari kebutuhan energi dalam kilowatt-jam atau kWh dikalikan tarif listrik yang berlaku.

Jangan lupa, biaya pengisian baterai di rumah bisa berbeda dengan tarif di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Kalau lebih sering mengandalkan fasilitas pengisian umum, pengeluaran bulanan bisa berbeda dari perkiraan awal.

3. Punya Tempat Cas di Rumah atau Harus ke SPKLU?

Sebelum membeli mobil listrik, coba pikirkan dulu di mana kendaraan akan diisi daya setiap hari. Kalau punya garasi atau tempat parkir pribadi, memasang perangkat pengisian daya di rumah bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Namun, situasinya bisa berbeda bagi penghuni apartemen atau rumah yang tidak memiliki tempat parkir khusus. Pengendara mungkin harus lebih sering mencari SPKLU terdekat untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan.

Pemasangan perangkat pengisian daya di rumah juga bisa membutuhkan biaya tambahan yang gak boleh dianggap sepele. Mulai dari kondisi instalasi listrik, kemungkinan penambahan daya, hingga biaya perangkat pengisian perlu diperhitungkan sejak awal.

Selain uang, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai juga penting diperhatikan karena tidak semua mobil listrik memiliki kemampuan pengisian yang sama. Jangan sampai aktivitas harian justru terganggu karena lokasi pengisian terlalu jauh atau waktu menunggu terlalu lama.

4. Servis Mobil Listrik Lebih Murah? Jangan Lupakan Baterainya

Mobil listrik memang memiliki komponen penggerak yang berbeda dibandingkan mobil bensin sehingga kebutuhan perawatannya juga tidak sama. Salah satu kelebihannya adalah tidak perlu mengganti oli mesin seperti kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal.

Meski begitu, bukan berarti mobil listrik benar-benar bebas dari biaya servis dan perawatan rutin. Ban, sistem pengereman, cairan pendingin pada model tertentu, serta berbagai komponen kelistrikan tetap membutuhkan pemeriksaan sesuai jadwal pabrikan.

Bagian lain yang gak kalah penting adalah baterai karena komponen ini punya peran besar dalam menentukan performa kendaraan. Biaya perbaikan atau penggantian baterai di luar garansi juga berpotensi cukup mahal, tergantung merek dan model mobil.

Sehingga pastikan untuk mengecek masa garansi baterai, batas jarak tempuh yang ditanggung, dan ketentuan perlindungan dari pabrikan. Ketersediaan bengkel resmi serta suku cadang juga perlu diperhatikan supaya gak kebingungan ketika kendaraan membutuhkan perbaikan.

5. Sesuaikan Jarak Tempuh dengan Kebiasaan Berkendara

Mobil listrik bisa menjadi pilihan menarik bagi pengendara yang setiap hari hanya menempuh perjalanan dengan jarak relatif teratur. Namun, kebutuhan kendaraan tentu berbeda jika mobil sering digunakan untuk perjalanan antarkota atau menuju daerah yang fasilitas pengisian dayanya masih terbatas.

Sebelum membeli, periksa kemampuan jarak tempuh mobil listrik dalam sekali pengisian baterai. Jangan langsung terpaku pada angka maksimum yang ditawarkan karena hasil pemakaian sebenarnya bisa berbeda dari pengujian resmi.

Kecepatan berkendara, kondisi jalan, suhu lingkungan, beban kendaraan, hingga penggunaan AC bisa memengaruhi konsumsi energi baterai. Karena itu, penting untuk memperkirakan jarak tempuh berdasarkan kebiasaan berkendara sehari-hari.

Jika sering bepergian jauh, cari tahu juga lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang rute perjalanan. Perhitungkan waktu berhenti untuk mengisi baterai agar perjalanan tetap nyaman dan gak terganggu karena kehabisan daya.

Jadi, Lebih Baik Mobil Bensin atau Mobil Listrik?

Untuk membandingkan keduanya, pada akhirnya pilihan antara mobil bensin dan mobil listrik harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan keuangan masing-masing. 

Mobil listrik memang menawarkan potensi penghematan biaya energi dan perawatan, tetapi harga pembelian serta kebutuhan pengisian daya tetap harus masuk perhitungan.

Jangan hanya tergiur biaya cas yang terlihat murah tanpa menghitung pengeluaran lain selama memiliki kendaraan. Dengan mempertimbangkan lima hal tadi, keputusan beralih ke mobil listrik bisa lebih matang dan gak sekadar mengikuti tren otomotif.

(igp/nad) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:29
08:13
08:12
13:03
04:39
09:03

Viral