- REUTERS/Francis Mascarenhas
Laba Operasional Toyota Melonjak 34 Persen
Jakarta, tvOnenews.com - Toyota Motor Corporation berhasil membukukan peningkatan laba operasional sebesar 34 persen menjadi 1,128 triliun yen pada kuartal kedua tahun fiskal 2027. Capaian tersebut ditopang oleh tingginya permintaan mobil hybrid, pelemahan yen Jepang, serta strategi penghematan biaya di tengah tekanan tarif dan kenaikan harga bahan baku.
Dalam laporan keuangan yang dirilis pada 5 November 2026, laba operasional pabrikan otomotif asal Jepang itu tercatat melampaui ekspektasi pasar. Para analis sebelumnya memperkirakan Toyota hanya akan meraih laba operasional sebesar 992 miliar yen untuk periode Juli hingga September 2026.
Dikutip dari Grafa, Kamis (5/11) waktu setempat, pendapatan Toyota juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,6 persen menjadi 13,437 triliun yen. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pendapatan sebesar 12,377 triliun yen pada periode sebelumnya.
Meski demikian, pertumbuhan pendapatan dan laba operasional belum mampu mendorong peningkatan laba bersih perusahaan. Toyota justru mencatatkan laba bersih sebesar 759,4 miliar yen atau merosot 19 persen dibandingkan 932 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Toyota menjelaskan bahwa peningkatan laba operasional tidak terlepas dari pengaruh pelemahan yen Jepang dan tingginya permintaan kendaraan hybrid. Selain itu, langkah pengendalian biaya produksi turut membantu perusahaan menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal.
Sejumlah tantangan masih membayangi industri otomotif, mulai dari kebijakan tarif, mahalnya bahan baku, hingga gangguan rantai pasok. Namun, kombinasi faktor pendukung tersebut mampu menekan dampak negatif berbagai persoalan terhadap kinerja operasional Toyota.
Berbekal hasil positif pada kuartal kedua, Toyota memutuskan untuk meningkatkan target laba operasional sepanjang tahun fiskal 2027. Proyeksi tersebut kini ditetapkan sebesar 3,9 triliun yen, naik dari perkiraan sebelumnya yang berada di level 3,4 triliun yen atau meningkat sekitar 14,7 persen.
Perusahaan juga merevisi naik target laba bersih tahunan menjadi 3,57 triliun yen dari proyeksi awal sebesar 3,25 triliun yen. Sebaliknya, Toyota justru memangkas perkiraan pendapatan tahunannya menjadi 53,5 triliun yen dari target sebelumnya sebesar 54 triliun yen.
Selain memperbarui proyeksi keuangan, Toyota turut memperbesar alokasi dana untuk pembelian kembali saham atau buyback. Otorisasi program tersebut ditambah 300 miliar yen sehingga total anggaran pembelian kembali saham pada tahun fiskal ini mencapai maksimal 1,3 triliun yen.