- Diskominfo Bekasi
Ada di Selatan Bekasi, Kampung Korod Warisan Suasana Pedalaman Pedesaan yang Masih Asri hingga Jauh dari Industri
Kabupaten Bekasi, tvOnenews.com - Bekasi selama ini sangat melekat dengan citra kawasan industri, permukiman padat, hingga geliat pembangunan yang kian berkembang.
Menariknya, di bagian selatan Kabupaten Bekasi, masih ada kawasan pedesaan yang masih menawarkan suasana berbeda. Namanya Kampung Korod, sebuah kampung berada di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, yang masih menyimpan wajah pedesaan seperti ala Sunda.
Kampung Korod yang berada di wilayah selatan Bekasi dihuni sekitar 40 kepala keluarga. Suasana pedesaannya sangat kuat karena masih dikelilingi hamparan persawahan yang masih menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Puluhan warga masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Aktivitas mengolah dan membajak sawah sebagai pemandangan yang sulit terpisahkan dari keseharian di Kampung Korod.
Suasana Pedesaan Kampung Korod Bekasi Masih Terasa
- Diskominfo Bekasi
Kampung Korod di Cibarusah berbeda dari kawasan perkotaan Bekasi yang identik dengan bangunan dan aktivitas industri. Kampung ini justru menawarkan suasana yang lebih sederhana.
Lingkungan kampung, hamparan sawah hingga kehidupan masyarakatnya masih dekat dengan pertanian membuat kawasan tersebut mempunyai karakter tersendiri. Bahkan, keberadaan persawahan menjadi salah satu potensi yang wajib dipertahankan dalam rencana penataan kawasan.
Pengembangannya diarahkan agar lahan pertanian tetap memiliki fungsi utama. Kehadiran pertanian juga dapat mendukung konsep wisata pedesaan Bekasi.
Ada Leuit hingga Jejak Tradisi Sunda
Daya tarik Kampung Korod tidak hanya pada lanskap dan bentang alamnya. Di tengah kampung yang menawarkan suasana pedesaan ini juga masih terdapat leuit atau lumbung padi tradisional.
Kehadiran Leuit menjadi salah satu penanda kehidupan agraris yang melekat dengan masyarakat Sunda. Keberadaan bangunan tersebut pasalnya mempunyai nilai sejarah dan budaya.
Oleh karena itu, rencananya bangunan tradisional itu tetap dipertahankan. Hal ini menjadi bagian dari bagian karakter Kampung Korod.
Jejak budaya yang tidak luntur terletak pada tradisi gotong royong. Masyarakat Kampung Korod selalu menjunjung tinggi kehidupan sosial yang erat sebagai karakter mereka.
Bahkan, karakter ini juga menjadi potensi yang dapat dikembangkan. Pasalnya, gagasan penataan perdesaan di wilayah selatan Kabupaten Bekasi kerap kali muncul.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bicara Penataan 5 Desa
Rencana penataan tersebut pernah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyampaikan setidaknya ada lima desa yang potensi ditata di Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu.
Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan penataan lima desa saat menghadiri rapat paripurna Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi pada 15 Agustus 2026.
Penataan lima desa tersebut tidak hanya berbicara pada pembangunan fisik. Karakter lingkungan hingga budaya yang terjaga di tengah masyarakat juga harus dipertahankan menjadi fokus utamanya.
Pemerintah Kecamatan Cibarusah memberikan perhatian penuh karena melihat Kampung Korod berpotensi sebagai salah satu kawasan yang mempunyai karakter khas sendiri.
Pada Rabu (2/9/2026), Plt Sekretaris Kecamatan Cibarusah, Wowo Fadillah sebelumnya menyampaikan hal yang menjadi dasar dalam menyusun konsep penataan. Hal ini tak lepas dari kondisi dan karakter di Kampung Korod.
Konsep tersebut bertujuan agar pembangunan yang dilakukan untuk menjadi kampung destinasi wisata bernuansa Sunda sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kampung Korod.
"Penataan Kampung Korod sebagai kampung bernuansa Sunda tentunya tidak terlepas dari potensi dan tantangan yang dimiliki, baik dari aspek fisik maupun nonfisik," kata Wowo dikutip tvOnenews.com, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, potensi utama dari Kampung Korod terletak pada bentang alam hingga aktivitas pertaniannya. Kedua aspek ini masih menjadi bagian yang meletak dalam kehidupan masyarakat.
Soal hamparan persawahan, hal ini dapat dipertahankan untuk menjadi bagian dari karakter kawasan tersebut. Bahkan kehadiran persawahan juga mendukung kegiatan wisata tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai lahan pertanian.
"Sebagian besar masyarakat masih bekerja sebagai petani, sehingga persawahan ini menjadi potensi yang harus dipertahankan dan dikembangkan tanpa menghilangkan fungsi lingkungan yang sudah ada," terangnya.
Kehadiran leuit juga menjadi bagian penting dalam konsep penataan Kampung Korod. Bagi dia, leuit tidak hanya bangunan tradisional, namun juga mempunyai nilai sejarah dan budaya kehidupan agraris masyarakat Sunda.
"Leuit yang masih ada memiliki nilai historis dan budaya, sehingga dalam penataan nanti keberadaannya jangan sampai hilang, tetapi justru menjadi bagian dari karakter Kampung Korod," jelasnya.
Warga Kampung Korod biasanya mengalami kesulitan saat musim kemarau panjang. Puluhan kepala keluarga susah mendapatkan air bersih lantaran sumur kerap kali mengering.
Musim kemarau panjang sangat berdampak pada kondisi aktivitas pertanian masyarakat. Selain persoalan air, pemerintah juga wajib memberikan perhatian pada bagian infrastruktur dasar dan akses jalan menuju kawasan Kampung Korod.
"Persoalan air bersih dan infrastruktur dasar menjadi tantangan yang harus diperhatikan, karena penataan bukan hanya soal memperbaiki wajah kampung, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi," katanya.
(hap)