news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hotel bintang lima Bali Hotel berdiri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur di Denpasar, Bali.
Sumber :
  • ANTARA

Heboh! Marak Ratusan Hotel di Bali Dijual Lewat Situs Online, Sektor Pariwisata Lagi Kendor?

Gubernur Bali, Wayan Koster akan memverifikasi ratusan hotel maupun vila yang dijual melalui situs online di tengah peningkatan sektor pariwisata Pulau Dewata.
Kamis, 24 September 2026 - 17:38 WIB
Reporter:
Editor :

Denpasar, tvOnenews.com - Ratusan hotel di Bali terekam dijual lewat situs online. Informasi mengenai maraknya hal ini membuat publik meningkatkan perhatian di tengah perkembangan sektor pariwisata di  Pulau Dewata.

Ratusan hotel yang dijual tidak hanya dari satu daerah di Bali, mulai dari Badung, Tabanan, Gianyar hingga Karangasem. Berdasarkan pantauan di sejumlah situs online, harga penjualan hotel tersebut juga fantastis bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Contohnya di Lamudi, platform jual beli dansewa properti berbasis online. Di dalamnya terlihat penawaran ratusan hotel hingga vila dengan beragam kelas dan harga untuk dijual.

Penawaran serupa juga menyasar di platform OLX. Tak sedikit hotel maupun vila yang dijual dengan jumlah cukup banyak. Gubernur Bali, Wayan Koster pun tidak tinggal diam agar berkoordinasi dan memverifikasi isu sejumlah hotel yang dijual di tengah meningkatnya sektor pariwisata di Pulau Dewata.

"Saya lagi menugaskan Kadis Pariwisata Bali untuk koordinasi sama Dinas Pariwisata Badung. Saya juga menugaskan Dinas Perizinan untuk mendata terkait informasi sejumlah hotel yang dijual," ujar Wayan Koster di Denpasar dikutip, Kamis (24/9/2026).

Kondisi Sektor Pariwisata di Bali di Tengah Isu Hotel Dijual

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali langsung menanggapi isu maraknya penjualan hotel maupun vila. Pemerintah memastikan hal tersebut tidak mempengaruhi pada sektor papriwisata di Pulau Dewata.

Pemprov Bali melihat sektor pariwisata di Pulau Dewata masih dalam kondisi normal dan stabil. Bahkan bagian ini sedang bertumbuh secara pesat tanpa adanya angka penurunan yang signifikan.

Mengacu dari data statistik harian, tingkat kunjungan wisatawan dari mancanegara yang menuju Bali masih terhitung stabil. Jumlahnya bisa mencapai 20.000 hingga 24.000 orang per hari.

Kunjungan wisatawan domestik atau nusantara juga masih tercatat stabil. Jumlah kedatangan mereka berkisar antara 12 ribu hingga 14 ribu orang setiap harinya.

Bagi Gubernur Koster, angka kunjungan masih terhitung konsisten. Dinamika pariwisata daerah khususnya di Bali dianggap tidak menghadapi kendala secara serius apalagi sampai membuat hotel dijual.

Penyebab Hotel Dijual di Bali

Lebih lanjut Koster memprediksi penyebab beberapa hotel yang dijual. Langkah penutupan itu murni bukan karena faktor penurunan sektor industri pariwisata di Bali, melainkan dinamika internal bisnis perusahaan.

Ia menuturkan, tidak sedikit entitas bisnis mempunyai jaringan usaha lintas daerah di luar Bali. Mereka kerap kali mengalami tekanan finansial berat.

Kata dia, keuntungan dari operasional di Bali justru tersedot agar menutupi kerugian di cabang bisnis lainnya.

"Pariwisata naik kok. Ini pasti kaitannya dengan bisnis mereka. Sebelum-sebelumnya juga ada kejadian bisnisnya tidak hanya di Bali. Di bali sangat bagus, tetapi di luar Bali itu dia berat yang pada akhirnya keuntungan di sini tersedot ke sana. Karena tidak tahan, ditutup dan dijual yang di sini," terang Koster.

Ia menambahkan, Pemprov Bali membantah spekulasi fenomena maraknya hotel dijual akibat persoalan kelebihan kamar saat pembangunan hotel yang semakin masif.

Berdasarkan dari catatan terbaru, Koster berpendapat bahwa tingkat kamar secara keseluruhan yang terisi masih terpantau baik. Hal ini bisa terpantau baik apabila manajemen bisnis tidak mengalami kendala dan berjalan secara profesional.

Ia mencontohkan keterisian kamar pada hotel berbintang menyentuh angka 80-90 persen. Hal ini menunjukkan aktivitas bisnis dijalankan dengan benar.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:12
06:45
04:21
04:52
04:00
07:00

Viral