- InJourney
Gandrung Sewu 2026 Tampil Glow in the Dark! 1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi
Untuk mendukung pengembangan tersebut, InJourney Airports berpeluang meningkatkan koordinasi dengan maskapai penerbangan. Kerja sama ini dapat dilakukan melalui pemetaan potensi permintaan perjalanan, peninjauan kebutuhan kapasitas penerbangan, serta penjajakan penambahan frekuensi atau kapasitas penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kesiapan operasional.
Selain memperkuat akses transportasi udara, ekosistem InJourney juga dapat membantu memperluas promosi Banyuwangi melalui berbagai saluran komunikasi, jaringan layanan, dan titik interaksi dengan wisatawan. Strategi tersebut diharapkan dapat menghubungkan promosi destinasi dengan keputusan wisatawan untuk bepergian. Dengan demikian, daya tarik Gandrung Sewu juga berpotensi mendorong kunjungan ke berbagai destinasi wisata lainnya di Banyuwangi.
Penyelenggaraan Gandrung Sewu dengan konsep malam hari mendapat sambutan positif dari budayawan sekaligus pelatih penari Gandrung Sewu, Suko Prayitno. Ia menilai pembaruan dalam pertunjukan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas, selama tetap berpegang pada pakem dan nilai-nilai Tari Gandrung.
“Gandrung Sewu adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Perubahan konsep pertunjukan menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan akar budaya yang diwariskan. Kami ingin masyarakat dapat menikmati pengalaman yang berbeda, tetapi tetap merasakan jiwa dan karakter Tari Gandrung yang sesungguhnya,” ujar Suko.
Semangat serupa disampaikan Puspa Ayu, salah satu penari yang akan tampil dalam Gandrung Sewu 2026. Ia mengaku antusias menyambut kesempatan menari dengan konsep malam hari yang menjadi pengalaman baru bagi para peserta.
“Saya senang dan tidak sabar untuk tampil di Gandrung Sewu tahun ini. Konsep malam hari tentu menjadi pengalaman yang berbeda bagi kami. Ada semangat tersendiri untuk membawakan Tari Gandrung dengan suasana dan visual yang baru, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas betapa indahnya budaya Banyuwangi. Semoga penampilan kami bisa membuat penonton semakin bangga dan tertarik mengenal budaya Banyuwangi lebih dekat,” ujar Puspa.
Partisipasi budayawan, pelatih, seniman, dan penari menjadi unsur penting dalam pengembangan Gandrung Sewu 2026. Pembaruan konsep pertunjukan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik acara tanpa mengesampingkan keberlangsungan tradisi. Selain itu, penyelenggaraan ini juga diharapkan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan kebudayaan daerah.