- Kolase tvOnenews.com
Meski Pernah Disindir se-Indonesia Karena Poligami, Aa Gym Tetap Santuy, Ternyata Ini Alasannya Buat Dia Pede
tvOnenews.com - Sebelumnya, publik pernah digemparkan oleh kabar poligami yang dilakukan Aa Gym pada tahun 2006.
Setelah kabar itu terdengar, berbagai reaksi ditunjukan oleh publik, bahkan banyak yang melontarkan cacian kepada pendakwah itu.
Dalam suatu kesempatan, pria bernama Abdullah Gymnastiar ini kembali menceritakan alasan mengapa ia justru tetap santai meski di-Bully oleh masyarakat Indonesia.
Aa Gym berada pada podcast bersama Deddy Corbuzier menyampaikan sikap santai dalam menghadapi bully dan cacian publik saat dirinya melakukan poligami.
Pendakwah asal Bandung ini sudah malang-melintang dalam menyampaikan dakwah Islam ke seluruh Indonesia.
Seperti dilansir pada video podcast pada kanal YouTube Deddy Corbuzier, Aa Gym ungkap alasan mengapa dirinya merasa santai ketika menghadapi sindiran publik.
"Justru ketika dipuji rame-rame, dihormati, dikagumi, itulah saat terburuk, bagi saya ya. Karena gak jujur melihat siapa diri sebenarnya. Ketipu oleh pujian orang, kita merasa disini (mengangkat tangan) padahal Allah tahu," terang Aa Gym dalam video pada kanal YouTube Deddy Corbuzier.
"Tapi, Aa mengalami hal itu? Merasakan hal itu gak, bahwa ketika dipuji terus jadi? itu manusia tuh ya," tanya Deddy Corbuzier.
"Oh iya, ujub, ria, takabur, manusia yang lalai terhadap hatinya. Pastinya waktu itu kan menikmati, tapi kan alhamdulillah oleh guru dibimbing. Jadi ketika takdir dicaci maki, ah ini nikmat besar, kata guru saya begitu," terang Aa Gym.
Aa Gym dan Deddy Corbuzier. (Kolase tvOnenews)
Aa Gym pernah mendengar peringatan dari seorang ulama untuk berhati-hati dan jangan terlalu terlena dengan pencapaiannya.
"Ada yang bilang ulama, siap-siap a, mengamalkan ilmu kelapa. Apa itu ilmu kelapa? Kelapa itu tidak pernah mengeluarkan sari patinya, kecuali satu, dijatuhkan dari pohon tinggi," ujar Aa Gym.
"Udah jatuh bukannya dibelai, dijambak, sampai gundul. Udah gundul digetok, udah belah dicungkil, disisit, diparut, udah diparut, diperas. Ah itulah saatnya ulama keluar ketauhidannya, lepas dari hatinya, harta, benda, popularitas, cinta, makhluk yang berlebihan, itulah. Nanti dunia akan dikasih lagi, tapi sudah tidak akan memperbudak," sambung Aa Gym menjelaskan nasihat dari para ulama.