- Antara/YouTube
Gajinya Tak Dibayar hingga Rp124 Juta oleh Klub Liga Indonesia, Pemain Asing Eropa Ini Terpaksa Berjualan Jus Demi Bertahan Hidup
tvOnenews.com - Pemain asing Eropa ini sampai harus berjualan jus untuk bertahan hidup setelah gajinya berjumlah Rp124 juta tak dibayarkan oleh klub liga Indonesia.
Sebagaimana diketahui, terhambatnya pembayaran gaji pemain masih menjadi persoalan serius yang dialami oleh sejumlah klub kontestan Liga Indonesia.
Kondisi seperti ini harus segera diselesaikan oleh PSSI dan operator liga agar klub-klub peserta liga Indonesia bisa berjalan lebih ideal.
Balik ke periode 2015, polemik soal tertunggaknya gaji pemain kian pelik ketika dualisme kompetisi antara Liga Super Indonesia dengan Liga Primer Indonesia.
Dualisme itulah yang sampai membuat pemerintah ikut campur tangan hingga FIFA memutuskan untuk membekukan kompetisi Indonesia selama setahun.
Situasi ini mengakibatkan banyak klub yang tidak mampu melanjutkan kiprahnya di liga Indonesia karena tidak adanya pemasukan usai kompetisi dibekukan.
Alhasil, kondisi tersebut membuat klub liga Indonesia tak mampu menutupi biaya operasional mereka sampai harus menunggak gaji pemain hingga staf pelatih.
Keadaan pahit inilah yang dialami oleh salah satu pemain asing asal Rusia yakni Sergei Litvinov yang datang untuk bermain di liga Indonesia pada 2011.
Sergei Litvinov merupakan pemain kelahiran Vladivostok, Rusia, pada 29 September 1986. Sebelum ke Indonesia, ia punya karier cukup mentereng di negaranya.
Striker Rusia itu telah memulai karier sepak bolanya sejak usia tujuh tahun saat bergabung di klub kota kelahirannya Luch-Energiya Vladivostok pada 1993.
Sergei Litvinov sempat menjuarai Red Bull Freestyle Challenge 2008 di Rusia, meskipun saat itu dia tengah bermain untuk klub divisi dua, FC Okean Nakhodka.
Setahun kemudian, Sergei Litvinov membuat keputusan mengejutkan dengan hijrah ke liga Indonesia dan bermain untuk klub Solo FC hingga menjadi idola di sana.
Performa gemilangnya di Solo FC membuatnya direkrut Persikab Kabupaten Bandung pada 2012 dan semusim kemudian pindah ke PSLS Lhokseumawe di kompetisi IPL.
Di klub itulah nasibnya mulai tragis lantaran gajinya selama enam bulan tidak dibayarkan oleh PSLS dengan nominal mencapai Rp124 juta di tahun 2014.
Untuk bertahan hidup, Sergei Litvinov sampai harus berjualan jus dari pagi hingga sore hari di kota pertama yang ia singgahi saat pertama menginjakkan kaki ke Indonesia yakni Solo.