- Ramen (Pexels)
Mengenal Asal-usul Ramen, Mie Populer Asal Jepang
Gempa besar Kanto yang terjadi pada 1 September 1923 turut mempengaruhi dunia ramen. Terjadi desentralisasi pekerja profesional dan bertumbuhnya jumlah kedai. Koki-koki ramen berbondong-bondong mencari pekerjaan setelah kehilangan mata pencaharian di Tokyo.
Para koki ini kemudian mendirikan kedai ramen di tempat baru. Salah satunya adalah kedai ramen Shinobu Honten di Sendai yang didirikan Hikoyoshi Sato, orang yang sebelumnya bekerja di kedai ramen di Kawasaki.
Musibah gempa ini membuat koki-koki tak cuma berkumpul di suatu kawasan, yang pada akhirnya memperkenalkan ramen ke daerah lain di luar Tokyo, melahirkan ramen-ramen lokal, begitu pula kedai ramen yang harganya lebih terjangkau.
Apa kedai ramen pertama di Jepang?
Rairaiken yang berdiri pada 1910 di Asakusa dikenal sebagai restoran ramen pertama di Jepang. Pendirinya, Kanichi Ozaki, mempekerjakan 13 koki China dari Nankinmachi, Yokohama, dan membuka Rairaiken di Sushiyayokocho, Asakusa. Ketika ramai dikunjungi, jumlah pembeli bisa mencapai 2.500-3.000 orang per hari, seperti pada hari tahun baru.
Rairaiken menciptakan resep untuk ramen. Kaldunya dibuat dari tulang ayam dan babi. Kuahnya diberi tambahan kecap asin soyu. Semangkuk ramen diberi pugasan babi panggang, rebung, dan potongan daun bawang.
Mie China jarang menggunakan babi panggang dan rebung. Alih-alih kecap asin soyu, mie China biasanya dibumbui dengan garam. Oleh karena itu, hidangan dari Rairaiken adalah bentuk ramen yang orisinal.
Apa bedanya ramen Jepang dan mie China? Jawabannya adalah kuah kaldunya alias dashi. Kuah dalam hidangan mie China dipakai untuk hidangan lain, tapi kuah kaldu ramen hanya dibuat untuk ramen.
Mie ramen dibuat dari gandum, air, garam dan telur. Jenis mie ramen dibedakan berdasarkan lima kriteria, yakni ketebalan mie, persentase air yang digunakan untuk membuatnya, bentuk serta warna. Faktor-faktor ini turut mempengaruhi rasa dari ramen.
Maka, jenis mie dan kuahnya pun disesuaikan agar menghasilkan rasa terbaik. Sebagai contoh, mie yang bentuknya keriting lebih cocok dipadukan dengan kuah yang rasanya lebih ringan, sementara mie yang bentuknya lurus cocok dengan kuah yang lebih kental dan rasanya pekat.