- YouTube Adi Hidayat / Istockphoto
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Tidak Boleh dalam Islam? Ustaz Adi Hidayat Beri Penjelasan Seperti ini, Ternyata...
tvOnenews.com - Mengucapkan selamat ulang tahun adalah tradisi umum yang sering dilakukan ketika seseorang merayakan hari kelahirannya.
Dalam pandangan Islam, tidak ada larangan tegas maupun anjuran khusus dari Rasulullah SAW atau para sahabat mengenai perayaan ulang tahun.
Tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW merayakan hari kelahirannya, begitu juga dengan para sahabat dan ulama salafus shalih.
Oleh karena itu, hukum merayakan ulang tahun dalam Islam tidak termasuk sunnah, juga tidak wajib.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa mengucapkan selamat ulang tahun dalam Islam bisa bervariasi hukumnya, tergantung pada niat dan cara penyampaiannya.
Jika ucapan tersebut diberikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kebaikan dan rasa syukur, maka hukumnya boleh.
"Kalau disebutkan sebagai motivasi untuk meningkatkan kebaikan itu boleh, sah. Tetapi sekadar untuk hal yang tidak ada manfaatnya atau mungkin untuk dapat sanjungan, pesta hukumnya makruh, dosa sih nggak, cuma makruh aja nggak disukai,” ungkap Ustaz Adi Hidayat dikutip dari YouTube Ceramah Pendek.
Namun, jika sekadar untuk hal yang tidak memiliki manfaat atau hanya untuk mencari sanjungan, maka hukumnya makruh, artinya tidak disukai meskipun tidak berdosa.
Rasulullah SAW memberikan contoh yang berbeda dalam menyikapi hari kelahiran, yaitu dengan berpuasa.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW ditanya tentang latar belakang puasanya pada hari Senin.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقَالَ: “فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
“Dari Abu Qatadah Al-Anshar bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau menjawab, “(Karena) saat itu aku dilahirkan dan saat itu aku dituruni wahyu.” (HR. Muslim)